UAS dan Quraish Shihab Beda Pendapat Soal Boleh Tidaknya Umat Islam Ucapkan Selamat Natal

fin.co.id - 25/12/2024, 05:41 WIB

UAS dan Quraish Shihab Beda Pendapat Soal Boleh Tidaknya Umat Islam Ucapkan Selamat Natal

Ilustrasi poho nnatal/Pixabay

Dia berujar Nabi Isa lahir 25 Desember, dibantah ketika Maryam memegang Isa, tidak ada makanan. Tidak ada makanan karena Isa terlahir di tepian Kota.

Maka itu, Allah memerintahkan Maryam mengguncang pangkal batang pohon kurma. Gugurlah buah kurma yang mangkal.

"Buah kurma mangkal hanya ada pada musim bulan Juli-Agustus. Ketika Isa lahir kambing-kambing sedang digembalakan di padang rumput. Sedangkan bulan 12 rumput tidak tumbuh karena tertutup salju" kata UAS.

"Maka 25 Desember bukan hari kelahiran Isa. Tapi hari raya Dewa Mitra. Dewa matahari. Yang diambil oleh Kaisar Konstantin dari Konstantinopel" terang UAS. 

"Lalu tentang Isa mati di palang salib dibantah oleh Alquran: mereka tidak membunuhnya, mereka tidak menyalib nya. Ada orang lain yang diserupakan wajahnya dengan Isa. Dia Yudas Iskariot" paparnya mengutip ayat Alquran.

Pendapat Profesor Dr Quraish Shihab:

Beda dengan Ustad Abdul Somad, Profesor Dr Muhammad Quraish Shihab mengatakan, ucapan selamat Natal dan ikut bergembira bersama kalangan non muslim, tidak dilarang dalam Islam.

Menurut Ayah dari presenter Najwa Shihab ini, perayaan dan ucapan natal bukan saja boleh atau tidak boleh, tetapi bagus dilakukan.

“Bahkan kita tidak bisa berkata boleh atau tidak, tetapi sebenarnya bagus. Bagus kita ikut bergembira dengan kegembiraan siapa pun,” katanya dikutip dalam sebuah video di akun TikTok @panritaid.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Penulis FIN.CO.ID