UAS dan Quraish Shihab Beda Pendapat Soal Boleh Tidaknya Umat Islam Ucapkan Selamat Natal

fin.co.id - 25/12/2024, 05:41 WIB

UAS dan Quraish Shihab Beda Pendapat Soal Boleh Tidaknya Umat Islam Ucapkan Selamat Natal

Ilustrasi poho nnatal/Pixabay

Quraish Shihab mengatakan, Islam mengajarkan untuk berlaku baik antar sesama meskipun dia bukan se agama.

“Karena pada prinsipnya dalam ajaran agama, siapa pun orang itu, hanya ada dua, dia bisa jadi se agama dengan anda. Kalau tidak se agama, maka dia satu dalam kemanusiaan,” katanya.

“Dia (non muslim) ketika bergembira, mari kita ikut bergembira. Ketika bersedih, mari kita ikut berbelasungkawa,” sambungnya.

Dia mengatakan, Islam dan Kristen mengagungkan Nabi Isa. Maka wajar jika sama sama bergembira atas kelahirannya.

“Kehadirannya membawa ajaran dari sumber yang sama di mana Nabi Muhammad menerimanya” tuturnya.

“Membawa ajaran kasih, ajaran perdamaian, sehingga kita sambut kehadiran dengan mengucapkan selamat hari kelahiran,” timpalnya.

Quraish Shihab bahkan mengatakan bahwa dalam Alquran ada ucapan selama natal untuk Nabi Isa.

“Itu ada di dalam Alquran. Dalam Alquran itu orang yang pertama mengucapkan selamat natal adalah Nabi Isa. Wassalamun ‘alaiyaumauilitu, salam sejahtera untuk ku, pada hari kelahiran ku. Jadi tidak ada masalah sebenarnya,” pungkasnya. (*) 

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Penulis FIN.CO.ID