Hidupkan Potensi Daerah, Klaster Usaha Kain Tuan Kentang Palembang Naik Kelas Berkat Bantuan BRI

fin.co.id - 06/09/2024, 10:47 WIB

Hidupkan Potensi Daerah, Klaster Usaha Kain Tuan Kentang Palembang Naik Kelas Berkat Bantuan BRI

Hidupkan Potensi Daerah, Klaster Usaha Kain Tuan Kentang Palembang Naik Kelas Berkat BRI

fin.co.id-  Terletak di tepi Sungai Ogan, tepat di

pertemuan Sungai Musi dan Sungai Ogan, kampung ini menawarkan sensasi unik bagi

para pengunjung

.

Namun,

bukan hanya itu saja, masyarakat di kampung ini juga turut menghidupkan potensi

pariwisata daerah selama puluhan tahun sebagai perajin kain tenun khas

Palembang.

Ya,

mayoritas warga di sana hidup sebagai perajin kain tradisional Palembang

seperti songket, blongsong, tajung, atau jumputan dengan kualitas yang sangat

baik. H. Udin Abdillah yang telah dipercaya sebagai ketua Klaster Usaha Kain

Tuan Kentang menjelaskan bahwa keberadaan klaster tersebut sebagai wadah dan

sarana untuk saling mendukung dan mengembangkan potensi antar perajin.

Udin

bercerita bahwa usaha kerajinan kain tenun Tuan Kentang ini sudah dijalankan

selama 40 tahun. Awalnya ia terinspirasi oleh usaha kecil yang dimiliki orang

tuanya.

“Dulu

saya sempat tinggal di Jakarta, lalu sekitar tahun 1981 saya memutuskan pindah

ke Palembang dan belajar kerajinan kain tenun ini dari nol. Akhirnya belajar

buka usaha sendiri sekitar 1984 dan Alhamdulillah berjalan sampai sekarang,”

ungkapnya.

Kehadiran

klaster usaha tersebut berawal dari inisiatif masyarakat di sekitar. Tujuannya

adalah untuk mengembangkan potensi kain khas Tuan Kentang sekaligus membantu

perajin. Saat ini, Klaster Usaha Kain Tuan Kentang memiliki kurang lebih

sekitar 30 anggota yang berada dalam satu kawasan kampung tersebut.

“Dulu

para perajin kalau punya barang kan langsung dibawa ke pasar untuk dijual, tapi

tidak ada patokan harga sehingga terkadang mendapatkan harga yang kurang

pantas. Ya memang itu jadi tantangan usaha kecil seperti ini. Dengan adanya

klaster, kita jadi bisa naik kelas, punya daya jual yang sesuai dengan

kualitasnya sehingga membantu kesejahteraan anggota juga.” lanjut Udin.

Naik

Kelas Berkat Bantuan BRI

Seiring

berjalannya waktu, Klaster Usaha Kain Tuan Kentang semakin berkembang dan

dikenal banyak orang. Usaha mereka pun naik kelas berkat bantuan yang diterima

dari BRI sejak tahun 2017.

“Jadi

saat itu kami mendapatkan bantuan penataan lingkungan terlebih dulu. Wilayah

Tuan Kentang saat itu kan sudah jadi destinasi wisata, tapi dari sisi

lingkungan masih belum tertata. BRI membantu menata dan mempercantik lingkungan

dengan menambahkan mural, sehingga jadi lebih bersih dan indah supaya menarik

perhatian wisatawan yang berkunjung,” ceritanya kemudian.

Selain

itu, BRI juga memberikan bantuan berupa alat-alat yang mendukung produktivitas

perajin. “Alat-alat yang sekiranya sudah nggak layak kami ganti berkat bantuan

dari BRI,” lanjut Udin.

Soal

permodalan pun tak ketinggalan, jika ada anggota yang membutuhkan tambahan

modal bisa mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI.

Berkat

dukungan dari BRI pula, Klaster Usaha Kain Tuan Kentang dapat melakukan

pelatihan dan pemberdayaan anak muda. “Kita juga tetap memberikan pelatihan

untuk anak muda, memberdayakan mereka supaya bisa mendapatkan penghasilan

biarpun mungkin hanya untuk diri mereka sendiri, sekaligus sebagai upaya

regenerasi agar kerajinan ini nantinya bisa diteruskan oleh generasi muda

karena ini kan warisan khas daerah,” ungkap Udin.

Dari

sekian banyak tawaran kerjasama yang datang, Udin mengaku hanya BRI yang

memberikan realisasi pendampingan secara menyeluruh. Ia pun berharap kerjasama

ini terus terjalin dan membuka peluang yang lebih banyak di masa depan agar

para perajin semakin naik kelas.

“Pada

dasarnya kita berharap agar bisa terus dibantu dari segi teknisnya. Yang jelas

masyarakat ingin usahanya naik kelas, jadi gimana caranya agar para perajin ini

bisa terus mengembangkan usahanya. Kita percaya kalau semua pengusaha sukses

itu awalnya dari kecil dulu, jadi itu yang memberikan semangat buat para

perajin di sini,” tutup Udin.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Penulis FIN.CO.ID