Purbaya Bersiap Terbang ke China dan Inggris, Emban Misi Promosikan Surat Utang RI

fin.co.id - 05/06/2026, 22:21 WIB

Purbaya Bersiap Terbang ke China dan Inggris, Emban Misi Promosikan Surat Utang RI

Purbaya akan ke China dan Inggris untuk promosi surat utang RI.

fin.co.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bersiap melakukan kunjungan kerja ke China dan Inggris pada pertengahan Juni 2026. Langkah strategis ini bertujuan untuk mempromosikan instrumen surat utang Indonesia langsung kepada para investor global.

Sang Bendahara Negara menjadwalkan keberangkatannya ke China pada tanggal 16 Juni mendatang. Di Negeri Tirai Bambu tersebut, agenda utamanya adalah memperkenalkan rencana penerbitan surat utang global berdenominasi yuan, yang populer dengan nama Panda Bond, kepada para investor setempat.

“Minggu depan saya akan ke China. Tanggal 16 (Juni) ke China untuk promosi Panda Bond,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.

Setelah menuntaskan agenda di China, Purbaya akan langsung melanjutkan lawatannya menuju Inggris. Di Inggris, Menkeu akan menemui para investor global untuk menyampaikan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang saat ini dinilai tetap menunjukkan performa kuat.

“Untuk meyakinkan bahwa memang kita menjalankan kebijakan ekonomi yang baik,” ujarnya.

Memperluas Basis Investor dan Target Penerbitan Juni 2026

Pemerintah merancang rangkaian kunjungan internasional ini sebagai bagian dari upaya nyata untuk memperluas basis investor asing. Selain itu, langkah ini menjadi bagian dari strategi penting dalam mendiversifikasi sumber pembiayaan negara melalui penerbitan surat utang resmi.

Sebelumnya, Purbaya memang menargetkan agar realisasi penerbitan Panda Bond ini bisa terlaksana pada Juni 2026. Ia juga mengaku sudah mengantongi laporan terkini dari Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Suminto, mengenai segala persiapan teknis terkait peluncuran instrumen finansial tersebut.

Langkah menerbitkan Panda Bond ini menjadi salah satu strategi cerdas dalam diversifikasi pembiayaan. Tujuannya sangat jelas, yaitu agar struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kita tidak memiliki ketergantungan yang tinggi pada satu sumber pendanaan tertentu saja.

Dukungan Penuh Bank Indonesia dalam Pendalaman Pasar Valas

Strategi Kementerian Keuangan ini juga mendapat respons positif dan dukungan penuh dari bank sentral. Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa mereka terus mendorong penerbitan berbagai instrumen keuangan berdenominasi renminbi, termasuk Panda Bonds dan Dim Sum Bonds oleh pemerintah Indonesia. Langkah bersama ini bermanfaat untuk mendukung pendalaman pasar valuta asing (valas) di dalam negeri.

Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, bulan lalu mengatakan:

"penerbitan Panda Bonds dapat menjadi alternatif penempatan renminbi sekaligus memperkuat likuiditas mata uang China itu di pasar domestik."

Thomas menambahkan bahwa di sisi lain, BI juga memanfaatkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan mendukung penyediaan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar offshore sebagai alternatif penempatan likuiditas rupiah di pasar luar negeri. Melalui kolaborasi kuat antara Kemenkeu dan BI ini, stabilitas serta kemandirian ekonomi nasional diharapkan dapat terus terjaga dengan baik.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID