Hasilnya, lahir bait-bait berikut:
_Tak pelak Dato’ jatuh hati pada “Azizah”
Nama yang indah bagi perempuan yang indah
Ia tidak hengkang saat datang hujaman fitnah
Pun tidak tersungkur saat dihantam serangan amarah_
_1998, ibarat sepah, Dato’ dibuang oleh “Mahafiraun”
Hujatan politis pun menyerang tanpa kenal ampun
Batin Dato’ terluka, karir politik pun seakan terjun
Wan Azizah di sana, dalam diam ia begitu anggun_
_Bukan menyerah apalagi hanya diam mematung
Baca Juga
Semangat sang dokter, aktivis anti-kanker dan ibu enam anak itu pun tidak terbendung
Teriaknya kala itu, “Ini perjuangan agung!”
Tak rela ia jika Dato’ tersungkur karena fitnah tak berujung_
_Korupsi dan sodomi, tuduhan kotor lukai marwah Dato’ dengan sadis
Oh… Fitnah politis harus dilawan dengan jalur politis
Muncul jadi tokoh top di PKN, Wan Azizah jadi politisi yang kritis
Konsisten membela Dato’ dengan semangat tak habis-habis_
4. Bumbui dengan fiksi yang imajinatif, namun tidak keluar dari tema