Kredo Puisi Esai Menyeret Saya, Lalu Batin Saya Terusik

fin.co.id - 10/06/2024, 16:52 WIB

Kredo Puisi Esai Menyeret Saya, Lalu Batin Saya Terusik

Amelia Fitriani: CEO XYZ+ dan Anggota Komunitas Puisi Esai Indonesia

Hasilnya, lahir bait-bait berikut:

_Tak pelak Dato’ jatuh hati pada “Azizah”

Nama yang indah bagi perempuan yang indah

Ia tidak hengkang saat datang hujaman fitnah

Pun tidak tersungkur saat dihantam serangan amarah_

_1998, ibarat sepah, Dato’ dibuang oleh “Mahafiraun”

Hujatan politis pun menyerang tanpa kenal ampun

Batin Dato’ terluka, karir politik pun seakan terjun

Wan Azizah di sana, dalam diam ia begitu anggun_

_Bukan menyerah apalagi hanya diam mematung

Semangat sang dokter, aktivis anti-kanker dan ibu enam anak itu pun tidak terbendung

Teriaknya kala itu, “Ini perjuangan agung!”

Tak rela ia jika Dato’ tersungkur karena fitnah tak berujung_

_Korupsi dan sodomi, tuduhan kotor lukai marwah Dato’ dengan sadis

Oh… Fitnah politis harus dilawan dengan jalur politis

Muncul jadi tokoh top di PKN, Wan Azizah jadi politisi yang kritis

Konsisten membela Dato’ dengan semangat tak habis-habis_

4. Bumbui dengan fiksi yang imajinatif, namun tidak keluar dari tema

Khanif Lutfi
Khanif Lutfi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID