Viral . 02/05/2024, 21:22 WIB
Agensi itu membutuhkan satu video Tiktok dan satu video main/stitch TikTok dari Bima Yudho Saputro.
BACA JUGA:
Ditawari Endorse Bea Cukai, TikToker Bima Yudho Saputro Blak-Blakan Serang Balik, Bea Cukai Ini Kandang Korupsi-fin/@awbimax-Tiktok
Sang TikToker pun membalas pesan tersebut dengan membeberkan rate card dirinya. “Hi there, untuk rate card aku di TikTok itu Rp100 juta per video. Thanks,” balas Bima.
Menurut Bima yang kini kuliah di Australia tersebut, Rp 100 juta tergolong sangat murah untuk Bea Cukai.
"Ya IDR 3,000 Triliun aja possibly bisa disikat, masa buat bayar IDR 100 juta aja gak bisa, ya kan?" tulis Bima.
Pada video lainnya Bima blak-blakan menjawab pertanyaan netizen soal tawaran kerjasama itu.
"Karena bujet Rp 100 juta itu tidak akan fit dengan local agency yang mereka tunjuk. Gua lihat agencynya ini buat brand awareness ya. Bukan untuk crash communication. Mungkin mereka sudah pegang bujet sekian ratus juta untuk menangani crash communication yang sedang happening di instansi mereka," kata Bima dalam video TikTok-nya.
"Ya tapi mungkin bisa dikorupsi kenapa harus menunjuk agency yang mahal kalau bisa yang murah aja," imbuh founder bimafoundation ini.
BACA JUGA:
Agensi itu menurut Bima, meminta dirinya untuk mentakedown videonya terkait tawaran kerjasama untuk kinerja positif Bea Cukai. Namun, permintaan itu ditolaknya. Tanpa tedeng aling-aling, Bima menyebut Bea Cukai kandang korupsi.
"Jangan jadi penipu. Lu minta gue review jujur bisa sih. Berdasarkan hasil review dari temen-temen yang lain juga, bea cukai ini kayaknya isinya korupsi. Kandang korupsi gitu kan," papar Bima blak-blakan.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id