- Tentara Israel Dikabarkan Tewas Capai 2.985 Orang dan Luka-Luka 11.600 Orang
- MUI Kutuk Serangan Zionis ke RS Indonesia: Israel Seperti Zombi, Tidak Berakal!
Israel memperkirakan paling sedikit 239 warga Israel ditahan Hamas menyusul serangan lintas batas pada 7 Oktober.
Israel melancarkan serangan udara dan darat tanpa henti ke Jalur Gaza setelah serangan Hamas itu.
Akibatnya, menurut otoritas kesehatan Gaza, lebih dari 14.128 warga Palestina tewas, termasuk 5.840 anak-anak dan 3.920 perempuan.
Ribuan bangunan, termasuk rumah sakit, mesjid, dan gereja di Gaza, rusak atau hancur, sedangkan Israel mengaku kehilangan 1.200 orang jiwa manusia.
BACA JUGA:
- Sepakati Gencatan Senjata, Israel dan Hamas Lepaskan Sandera Jumat Ini
- Ini Poin-Poin Penting Kesepakatan Gencatan Senjata Antara Hamas dan Israel
Memberi Makan Anak Palestina Kemudian Membunuhnya

Api dan asap membubung di menara apartemen Palestina menyusul serangan udara Israel di Kota Gaza, Sabtu, 7 Oktober 2023. Hamas membalas dengan menembakkan ribuan roket ke Israel (Foto AP/Adel Hana)--
Menurut Palestina Dr Husam Zomlot kepada Yalda Hakim dalam program khusus Sky News, gencatan senjata sementara berarti Israel memberi makan anak-anak Palestina sebelum membunuh mereka.
“Memberi makan anak-anak kami selama beberapa hari dan kemudian melanjutkan pembunuhan mereka adalah tindakan yang tidak masuk akal,” katanya dikutip dari Sky News.
"Israel telah melaksanakan “cetak biru” untuk “memastikan Gaza tidak layak huni”, imbuh dia.
Komentarnya muncul setelah Benjamin Netanyahu berjanji akan melanjutkan perang setelah gencatan senjata berakhir untuk mengalahkan Hamas.
“Setelah apa yang kita lihat dalam hal pembunuhan massal, penghancuran, genosida, pembersihan etnis… kelaparan, saya pikir kita memerlukan gencatan senjata permanen,” kata Dr Zomlot.
Israel sebelumnya mengatakan tuduhan serupa sangat disayangkan dan tindakannya di Gaza menargetkan pejuang Hamas, bukan warga sipil.