Kesehatan

4 Fakta Nyamuk Wolbachia: Bukan Buatan Bill Gates Salah Satunya

fin.co.id - 18/11/2023, 14:53 WIB

4 Fakta Nyamuk Wolbachia: Bukan Buatan Bill Gates Salah Satunya

Fakta Nyamuk Wolbachia, Image (Bukan Nyamuk yang Sebenarnya): Jimmy Chan / Pexels

Fakta Nyamuk Wolbachia - Belakangan ini, beredar kabar di media sosial tentang penyebaran nyamuk Bill Gates atau nyamuk Wolbachia di Indonesia. 

Kabar ini mengklaim bahwa nyamuk tersebut merupakan proyek dari Bill Gates, pendiri Microsoft dan filantropis, untuk mengendalikan penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Caranya adalah dengan cara melepaskan nyamuk yang mengandung bakteri Wolbachia. 

Namun, apakah kabar ini benar adanya? Apa sebenarnya nyamuk Wolbachia itu? Dan bagaimana dampaknya bagi kesehatan masyarakat?

Fakta Nyamuk Wolbachia

Fakta Nyamuk Wolbachia #1

Bukan buatan Bill Gates

Salah satu klaim yang beredar adalah bahwa nyamuk Wolbachia adalah buatan Bill Gates dan merupakan bagian dari agenda globalisasi. 

Klaim ini tidak berdasar dan tidak memiliki bukti ilmiah. 

Nyamuk Wolbachia adalah nyamuk alami yang sudah ada di alam sejak lama. 

Wolbachia adalah nama bakteri yang hidup secara simbiosis di dalam tubuh nyamuk dan serangga lainnya. 

Bakteri ini dapat mempengaruhi reproduksi dan imunitas nyamuk.

Fakta Nyamuk Wolbachia #2

Nyamuk Wolbachia adalah metode baru untuk mengendalikan DBD

DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. 

Penyakit ini dapat menyebabkan gejala seperti demam tinggi, nyeri otot, nyeri sendi, ruam, muntah, dan perdarahan. 

Menurut data Kementerian Kesehatan, pada tahun 2020 terdapat 96.770 kasus DBD di Indonesia dengan angka kematian 0,77%.

Untuk mencegah penularan DBD, salah satu metode baru yang dikembangkan adalah dengan menggunakan nyamuk Wolbachia. 

Nyamuk Wolbachia memiliki kemampuan untuk memblokir replikasi virus DBD di dalam tubuhnya, sehingga jika nyamuk tersebut menggigit orang yang terinfeksi, virus tidak akan ditularkan ke orang lain. 

Dengan demikian, nyamuk Wolbachia dapat mengurangi risiko penularan DBD di masyarakat.

Makruf
Penulis
-->