Uji coba ini juga mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Selain Indonesia, nyamuk Wolbachia juga telah diuji coba di beberapa negara lain, seperti Australia, Vietnam, Brasil, Kolombia, Sri Lanka, India, dan Kiribati.
Hasilnya menunjukkan bahwa nyamuk Wolbachia dapat mengurangi penularan DBD hingga 96% di beberapa lokasi.
Fakta Nyamuk Wolbachia #4
Nyamuk Wolbachia tidak berbahaya bagi manusia dan lingkungan
Beberapa orang mungkin khawatir bahwa nyamuk Wolbachia dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan manusia dan lingkungan.
Namun, hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena nyamuk Wolbachia tidak berbeda dengan nyamuk biasa, kecuali memiliki bakteri Wolbachia di dalamnya.
Bakteri Wolbachia tidak dapat menular ke manusia atau hewan lain, dan tidak menyebabkan penyakit apapun.
Nyamuk Wolbachia juga tidak mengubah perilaku atau siklus hidup nyamuk, dan tidak meningkatkan jumlah nyamuk di lingkungan.
Nyamuk Wolbachia juga tidak berdampak buruk bagi ekosistem dan keanekaragaman hayati.
Nyamuk Wolbachia hanya bereproduksi dengan nyamuk sejenis yang juga memiliki bakteri Wolbachia, sehingga tidak mengganggu keseimbangan populasi nyamuk lain. Nyamuk Wolbachia juga tidak menggantikan nyamuk lokal, melainkan berbaur dengan mereka.
Nyamuk Wolbachia juga tidak mengurangi fungsi nyamuk sebagai rantai makanan bagi hewan lain, seperti burung, katak, atau kelelawar.
Kesimpulan

Berdasarkan fakta-fakta di atas, dapat disimpulkan bahwa kabar tentang nyamuk Bill Gates atau nyamuk Wolbachia di Indonesia adalah tidak benar.