Ekonomi . 08/11/2023, 08:18 WIB
Ketidakpastian ekonomi global: Meskipun kekhawatiran terhadap resesi global mulai berkurang, namun ketidakpastian ekonomi global masih tetap tinggi. Hal ini dapat memicu aksi jual aset berisiko seperti rupiah jika terjadi sentimen negatif di pasar keuangan global.
Inflasi yang masih tinggi: Inflasi Indonesia masih berada di level yang tinggi, meskipun telah menunjukkan tren penurunan. Inflasi yang tinggi dapat mengurangi daya beli masyarakat, sehingga berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini dapat memberikan tekanan terhadap rupiah.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diperkirakan akan menguat dalam jangka pendek, namun masih ada potensi untuk melemah jika terjadi sentimen negatif di pasar keuangan global.
Skenario bullish: Rupiah menguat ke level Rp15.200-Rp15.400 per dolar AS. Skenario ini didukung oleh faktor-faktor yang mendorong penguatan rupiah, seperti berkurangnya kekhawatiran terhadap resesi global, peningkatan permintaan aset berisiko, dan masuknya aliran modal asing.
Skenario bearish: Rupiah melemah ke level Rp15.600-Rp15.700 per dolar AS. Skenario ini didukung oleh faktor-faktor yang memberikan tekanan terhadap rupiah, seperti ketidakpastian ekonomi global, inflasi yang masih tinggi, dan aksi jual aset berisiko.
Perlu dicatat bahwa prediksi analis hanyalah perkiraan dan tidak selalu akurat. Nilai tukar rupiah dapat bergerak di luar kisaran prediksi tersebut. (*)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id