BACA JUGA:
- PDIP: Kita Tak Pernah Tinggalkan Jokowi, Dia yang Tinggalkan Kita dengan Menyisakan Luka dan Air Mata
- PDIP: Politik Sejatinya Didedikasikan untuk Bangsa dan Negara bukan Kepentingan Keluarga
Terkait isu tersebut, Ketua DPP PDIP Puan Maharani tidak mau berkomentar panjang lebar. Alasannya, kabar tersebut hanya isu. "Itu hanya isu ya. Hanya isu," tegas Puan.
Menurut Ketua DPR RI ini, jabatan menteri hak prerogatif Presiden. Tugas menteri adalah membantu Presiden dalam menjalankan tugasnya.
"Jika Presiden percaya dan kemudian masih menugaskan menteri-menteri yang ada, ya menteri itu wajib untuk menuntaskan dan membantu presiden dalam bekerja di kabinet," terang Puan.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti memprediksi akan menarik satu kadernya dari Istana. Yaitu Seskab (Sekretaris Kabinet) Pramono Anung.
"PDIP tidak akan mengatakan kami akan tarik anggota kabinet. Paling satu kader akan diminta keluar atau mengundurkan diri. yaitu Pramono Anung," kata Ray.
Mengapa Pramono Anung? Ray menyebut mantan sekjen PDIP itu ditempatkan di posisi Seskab ntuk menjembatani komunikasi PDIP dan Jokowi.
Dengan adanya ketegangan antara Jokowi dan PDIP, keberadaan Pramono Anung diduga sudah dibutuhkan lagi.
Selain itu, PDIP bisa beralasan Pramono Anung akan dilibatkan dalam kampanye Pemilu dan Pilpres 2024.
"Pak Pramono orang PDIP. Kalau disuruh memilih Pak Jokowi atau PDIP, tentu dia akan memilih PDIP," tegas Ray.
Jika benar Pramono Anung ditarik dari kabinet, hal ini akan menjadi sinyal bahwa PDIP tidak lagi berada bawah bayang-bayang Jokowi.
PDIP, lanjutnya, diyakini tidak akan mengambil sikap konfrontasi. Sebab, hal itu akan merugikan suara partai.
Di sisi lain, Ray memperkirakan PDIP akan memecat Gibran Rakabuming. Sedangkan untuk Jokowi, PDIP akan membuatnya tidak lagi berperan aktif dalam penentuan arah kebijakan partai.
BACA JUGA: