News . 18/09/2023, 14:18 WIB

Isu Capres Tampar dan Cekik Wamen Kabarnya Terkait Food Estate, Benarkah Wamentan Harvick Jadi Korban?

Penulis : Admin
Editor : Admin

PDI Perjuangan dan Partai Demokrat pun kemudian mengkritik kegagagalan program Food Estate tersebut.

Alifurrahman menceritakan kronologi capres mencekik dan menampar wamen (diduga wamen pertanian) jelang sidang kabinet.

Alifurrahman juga menyebut-nyebut program gagal yang menjadi sorotan banyak orang sehingga menjadi pertanyaan presiden. Terlebih capres tersebut ditunjuk presiden sebagai koordinator program.

Kemarahan capres tersebut, jelas Alifurrahman, diduga disebabkan karena satu pekerjaan (Food Estate) yang tidak dibantu oleh kementerian terkait (diduga Kementerian Pertanian).

"Jadi ada satu amanah dari presiden untuk si capres ini. Terus ini menjadi sebuah pekerjaan lintas kementerian. Tetapi kementerian terkait itu nggak bantuin. Sehingga program atau amanah yang diberikan oleh presiden kepada si capres ini akhirnya gagal," urainya. 

Wakil menteri tersebut (Diduga Wamentan Harvick hasnul Qolbi), menurut Alifurrahman, hingga kini masih tidak terima setelah diduga ditampar dan dicekik oleh capres tersebut.

Alifurrahman menegaskan dirinya mendapat informasi terkait cerita itu sekitar minggu lalu. Info tersebut bersumber dari salah seorang staf yang hadir dalam rapat kabinet.

BACA JUGA:

"Dia (informan) bilang jangan keluar dulu. Karena ini menjadi suatu cerita yang mungkin nanti akan diceritakan oleh orang lain. Atau menjadi suatu sejarah terkait rapat kabinet dimana ada seorang menteri mencekik wakil menteri," paparnya.

Menurut Alifurrahman, jika isu tersebut benar terjadi, ini menjadi sejarah hitam dari rapat kabinet yang pernah ada.   

"Ini menjadi satu sejarah hitam di rapat kabinet. Waktu itu informan saya bilang begitu. Tapi sekarang ini cerita itu jadi beredar di WhatsApp Grup. Tampaknya ini hanya soal waktu saja. Kapan cerita ini akan diklarifikasi atau dibenarkan oleh berbagai pihak," tegas Alifurrahman.

Maka itu, kata Alifurrahman, orang-orang yang menyaksikan kejadian ini banyak. Seperti beberapa menteri dan staf. Sehingga mereka punya cerita dan sudut pandang masing-masing.

"Kabarnya, setelah kejadian itu para menteri agak ketakutan. Karena para menteri itu kan bukan orang-orang preman yang terbiasa dengan pencekikan atau penamparan. Mereka orang-orang terdidik yang mungkin jauh dari situasi semacam itu," kata Alifurrahman.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id