Sementara itu, salah satu anggota KSPPS Tamzis Bina Utama yakni Adam Sudrajat yang merupakan petani pembibitan kentang mengungkapkan, bahwa kehadiran koperasi menjadi penolong bagi masyarakat yang membutuhkan akses permodalan maupun pendampingan usaha.
"Peran koperasi bagi saya itu sangat membantu sekali apalagi setelah kondisi tahun 2007 itu kolaps karena gagal panen, akhirnya saya bekerja sama dengan koperasi dan dari awal untuk membuat usaha pertanian dan pembibitan kentang dan Alhamdulillah diberikan kelancaran dan kemudahan dengan koperasi yang sangat membantu saya dari sisi financial sampai saat ini sampai meningkat terus dan lancar," ujar Adam.
BACA JUGA:
- Jurus Jitu LPDB-KUMKM Kejar Target Penyaluran Dana Bergulir 2023
- Tahun 2023, LPDB-KUMKM Kembali Pertegas Komitmen Terapkan Prinsip GRC
Adam menjelaskan, saat ini kerja sama dengan koperasi juga semakin diperluas mengembangkan untuk bisnis pembibitan kentang.
"Karena di pembibitan kentang ini potensinya sangat luar biasa khususnya petani kentang secara umum itu masih menggantung bibitnya dari luar daerah dan ini saya berinisiatif menjadi peluang usaha bagi saya, dan dengan harga yang lebih ringan tapi kualitas juga sama dengan kualitas bibit lainnya," pungkas Adam.
Sebagai informasi, KSPPS Tamzis Bina Utama merupakan mitra LPDB-KUMKM sejak tahun 2010 dan telah mendapatkan pembiayaan dana bergulir sebesar Rp 97 miliar.
KSPPS Tamzis Bina Utama sendiri memiliki jumlah anggota sebanyak 161.042 anggota, dan memiliki jumlah pegawai sebanyak 517 orang.