Investasi . 30/03/2023, 19:23 WIB
Membeli saham dari perbankan dan perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang consumer goods sebagai saham pertama adalah cara yang paling bijak dan aman untuk pengalaman bermain saham pertamamu.
BACA JUGA:Ditemukan Lagi 50 Pinjol Ilegal dan 10 Entitas Investasi Tak Berizin, Cek Daftarnya di Sini
BACA JUGA: Uang Rp1.000 Kelapa Sawit Diburu, Harga Jualnya Capai Rp30 Juta
Pasalnya, perusahaan-perusahaan ini adalah perusahaan dengan bisnis yang sederhana, memproduksi barang yang digunakan oleh masyarakat dan dijamin bisa mencetak laba yang signifikan setiap tahunnya.
Itu artinya, harga saham akan sering naik kalau tidak stabil, aman dan menguntungkan.
Kalaupun harga saham tiba-tiba menurun, biasanya tidak butuh waktu lama untuk perusahaan bertipe ini untuk kembali normal dan menguntungkan.
Banyak dari investor pemula yang menganut paham bahwa saat harga saham sendang turun maka saat itulah yang harus dihindari untuk membeli saham.
BACA JUGA:Cek Disini! Harga Emas Antam di Pegadaian 26 Januari 2023 Naik, Emas UBS Turun
BACA JUGA:Terungkap! Dirut BRI Sunarso Borong Saham BBRI Saat Tren Penurunan, Harga Relatif Murah
Sebenarnya, pemahaman seperti itu tidak sepenuhnya salah, tapi tidak sepenuhnya benar.
Hal itu karena ada banyak kasus dimana membeli ketika harga saham turun dan kemudian harganya kembali naik menjadi normal atau tinggi.
Dengan metode ini tentu Anda bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal.
Namun, jangan serta merta mengaplikasikan metode ini ke setiap harga saham yang sedang turun.
BACA JUGA:Direksi Bank BRI Ramai-ramai Borong Saham BBRI, Ada Apa?
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id