News . 10/11/2022, 23:54 WIB

Vaksin Bivalen Dianggap Mampu Tanggulangi Covid-19 Varian Lama dan Omicron, Begini Penjelasannya

Penulis : Admin
Editor : Admin

Artinya, dari kasus, Indonesia tidak terlalu tinggi. 

Namun, angka kematiannya tergolong tinggi.

"Selain itu, juga perlu dicek data pasien meninggal. Apakah lansia, komorbid, anak-anak, dan kelompok yang belum mendapat Vaksinasi Covid-19?" kata dia.

BACA JUGA:Fakta Baru! AKP Irfan Widyanto Disebut Bantu Penyidik Kumpulkan Barang Bukti Rekaman CCTV

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, Prof Tjandra mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. 

Termasuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Dua-tiga bulan lalu, kasus pernah 200, sekarang 6 ribu. Artinya, kasus meningkat. Perlakuan harus berbeda. Nggak bisa sama saja,” pesan dia.

Mantan Dirjen P2P & Ka Balitbangkes ini pun meminta pemerintah untuk meningkatkan testing dan tracing. 

BACA JUGA:Pelemparan Telur ke Raja Charles III, Pelaku: 'Negara Ini Dibangun di Atas Darah Budak'

“Supaya ketahuan, berapa angka kasus sebenarnya,” tandas dia.

Upaya lain yang tak kalah penting, sambung dia, meningkatkan cakupan vaksinasi. 

bagi yang dosis primernya belum lengkap maka harus dilengkapi.

Sedangkan yang belum booster, harus disegerakan.

BACA JUGA:Zulkifli Hasan Pilih Erick Thohir Jadi Cawapres di Pemilu 2024

Menurut dia, paling ideal adalah Vaksin Bivalen. 

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id