Megawati berharap ibu-ibu bisa mengambil hikmah. Termasuk tak tergantung dengan minyak goreng. “Saya tidak melarang. Tetapi saya prihatin. Kata prihatin itu. Kalau anak-anak sampeyan tidak sehat lahir batin, tidak cerdas, pemimpinnya kita minta menjadi negara yang punya generasi emas, tapi generasi emas dari mana? Coba pikir, pikir panjang. Jangan pikir pendek,” pungkasnya.
Sebelumnya, jurnalis senior, Asyari Usman merespon pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang menyarankan masyarakat memasak dengan cara merebus atau mengukus.
(BACA JUGA:Heran Ibu-Ibu Antre Minyak Goreng, Megawati: Apa Tidak Bisa Meresbus dan Kukus?)
Asyari Usman mengatakan, seharusnya Megawati soroti kebusukan pemerintah di balik kelangkaan minyak goreng.Bukan malah menyalahkan cara masyarakat mengolah masakan.
Apalagi dalam beberapa pekan terakhir, masyarakat rela antre berjam-jam demi mendapatkan minyak goreng yang kian langka.
"Seharusnya Anda tampar Presiden Jokowi karena kelangkaan migor merenggut nyawa manusia. Bukan mengkritik cara ibu-ibu memasak meskipun ada benarnya," kata Asyari Usman dalam sebuah catatannya, dikutip Sabtu 19 Maret 2022.
"Sebab, kelangkaan migor patut diduga sebagai rekayasa para penguasa untuk mencari uang besar karena kas pemerintah terancam," sambung dia.
(BACA JUGA:Helmi Felis Ngotot Minta Densus 88 Bubar: Teroris Muncul Ketika Presidennya Megawati!)
Asyari Usman mengatakan, Megawati sebagai Ketum PDIP, punya banyak tangan untuk mengorek informasi.
Mudah bagi PDIP untuk mengetahui kejahatan dalam penghilangan migor di masyarakat.
"Anda kan punya akses ke semua lini pemerintahan. Mengapa bukan pengusutan yang Anda lakukan?" kata Usman.
"Apakah Bu Mega tak tahu berapa ratus triliun rakyat dipalak dari drama kelangkaan migor?" sambung dia.
(BACA JUGA:Dilantik Jadi Gubernur Lemhannas, Andi Widjajanto Ngaku Dapat Arahan dari Jokowi dan Megawati, Katanya...)

Sekretaris Majelis Syuro Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif-Channel Youtube saling sharing
"Dirampok dari kantong rakyat yang hari ini harus beli migor curah 20,000 perak seliter meskipun HET-nya 14,000".