JAKARTA - Mayoritas penduduk Indonesia menyatakan siap divaksin COVID-19. Hanya 19,2 persen masyarakat yang menyatakan keraguannya.
80,8 Persen Penduduk Bersedia Divaksin
fin.co.id - 12/05/2021, 20:35 WIB
Mayoritas masyarakat Kalimantan tersinggung dengan ucapan Edy Mulyadi. Dia menyebut Kalimantan Timur yang menjadi ibu kota negara (IKN) merupakan tempat jin buang anak.
Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi menyebut berdasarkan hasil survei pada Januari hingga Maret 2021, sebanyak 80,8 persen responden bersedia menerima vaksin COVID-19.
"Survei yang dilakukan pada 10 Januari hingga 31 Maret 2021 ini menunjukkan kabar yang menggembirakan. Sebanyak 80,8 persen bersedia menerima vaksin COVID-19," katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/5).
Dijelaskan Oscar, survei tersebut dijalankan oleh University of Maryland dengan kemitraan bersama Facebook. Tujuan survei untuk mengukur formulasi kebijakan yang tepat untuk vaksin COVID-19.
Berdasarkan laporan tersebut, tingkat keraguan masyarakat mendapatkan vaksin telah menurun dari 28,6 persen menjadi 19,2 persen selama periode Januari-Maret 2021.
Dikatakannya, berdasarkan laporan itu menunjukkan program vaksinasi berjalan dengan baik dan berhasil meningkatkan animo peserta. Masyarakat semakin sadar memutus rantai penularan COVID-19.
'COVID-19 Symptom Survey' ini dijalankan oleh Program Gabungan Metodologi Survei University of Maryland dengan kemitraan bersama Facebook. Pengumpulan data survei dilakukan oleh University of Maryland dengan mengedepankan dan menjaga privasi semua responden.
Selain melibatkan responden dari Indonesia, kata Oscar, orang-orang dari 200 negara dan negara bagian juga turut berpartisipasi dalam survei yang dilakukan di luar platform Facebook ini.
Kepala Kebijakan Publik untuk Facebook di Indonesia Ruben Hattari mengatakan survei tersebut melibatkan 178.988 responden dalam periode 10 Januari hingga 31 Maret 2021.
"Survei itu mengukur tingkat keraguan vaksin COVID-19 yang dilaporkan sendiri, alasan keraguan, sumber informasi terpercaya, dan perilaku utama seperti pemakaian masker dan jarak sosial di Indonesia," jelasnya.(gw/fin)