Mudik Lebaran? Ini 5 Tips Cek Kondisi Ban Kendaraan Supaya Performa Maksimal

Mudik Lebaran? Ini 5 Tips Cek Kondisi Ban Kendaraan Supaya Performa Maksimal

Ilustrasi pengecekan kondisi ban sebelum mudik Lebaran 2022.-HutchRock-Pixabay

JAKARTA, FIN.CO.ID - Kesehatan fisik yang prima serta kondisi kendaraan yang optimal perlu diperhatikan sebelum memulai perjalanan mudik, namun penting juga memastikan kondisi ban sebagai satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan dengan permukaan jalan.

Customer Engineering Support PT Michelin Indonesia Fachrul Rozi mengatakan ban merupakan salah satu komponen penentu dalam keselamatan berkendara dengan berbagai fungsinya, seperti untuk menahan beban, meredam guncangan, serta menjaga stabilitas kendaraan.

"Oleh sebab itu, kondisi ban sangat mempengaruhi keamanan dan kenyamanan dalam berkendara," kata Fachrul melalui keterangan, dikutip dari Antara Selasa, 26 April 2022.

(BACA JUGA:Daftar 20 Mobil Terlaris di Indonesia Bulan Maret 2022, Mobil Anda Termasuk?)

1. Memperhatikan kembang dan tapak ban

Kembangan alur dan ketebalan tapak ban berfungsi untuk menjaga daya cengkram ban saat melaju di jalan raya, terutama saat melaju pada kondisi jalan basah atau hujan.

Ban dengan alur kembang yang sudah menipis dan mendekati indikator ketebalan (thread wear indicator/TWI) berpotensi menyebabkan kendaraan tergelincir atau aquaplanning saat melaju pada kondisi permukaan jalan yang basah.

(BACA JUGA:Antisipasi Arus Mudik Lebaran 2022, Suzuki Siapkan Bengkel Siaga di Jalur Sumatera - Jawa dan Bali)

Untuk melihat apakah ban masih memiliki alur kembang yang baik, para pengemudi dapat meraba atau melihat langsung kondisi ban.

Panduan indikator ketebalan tapak ban adalah 1,6 milimeter. Artinya jika ketebalan kembang ban sudah menipis sehingga tersisa atau mendekati 1,6 milimeter, maka ban harus diganti.

2. Memeriksa tekanan angin pada ban

(BACA JUGA:Mudik Lebaran 2022 Pakai SUV? Begini Tips Angkut Oleh-oleh dari Pakarnya)

Para pengemudi wajib untuk memeriksa tekanan angin pada ban sebelum melakukan perjalanan jauh. Pastikan tekanan angin sesuai dengan yang direkomendasikan oleh pabrikan mobil yang bisa ditemukan pada pilar pintu mobil pada sisi pengemudi atau tutup tangki bahan bakar.

Tekanan angin rendah dapat memberikan tekanan (stress) yang berlebih pada bagian dinding ban sehingga dalam jangka panjang dapat menyebabkan pecah ban.

Sumber: