Awas! Puncak Gelombang Kenaikan Kasus Omicron Diprediksi Februari, Berikut 5 Cara Menghindarinya

Awas! Puncak Gelombang Kenaikan Kasus Omicron Diprediksi Februari, Berikut 5 Cara Menghindarinya

Menkes Budi Gunadi Sadikin-Tangkapan Layar-YouTube Sekretariat Presiden

JAKARTA, FIN.CO.ID - Pemerintah memprediksi puncak gelombang kenaikan kasus Omicron di Indonesia terjadi pada pertengahan Februari hingga awal Maret. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi menyebut mayoritas kenaikan kasus Omicron di dunia terjadi dalam kurun waktu yang sangat cepat dan singkat.

“Di Indonesia kita mengidentifikasi kasus pertama pada pertengahan Desember, tapi kasus mulai naiknya di awal Januari. Kita hitung antara 35-65 hari akan terjadi kenaikan yang cukup cepat dan tinggi. Itu yang memang harus dipersiapkan oleh masyarakat,” kata Menkes, dikutip dari laman kemkes.go.id

(BACA JUGA:Ingat! 5 Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Suntik Vaksin Booster, Jangan Sampai Dilanggar Loh)

Menkes juga berupaya agar tiap daerah meningkatkan kegiatan surveilans sehingga penemuan kasus bisa dilakukan sedini mungkin untuk kemudian di isolasi supaya tidak menjadi sumber penularan di tengah masyarakat. 

Untuk diketahui, varian Omicron pertama memiliki gejala yang berebeda dari varian lainnya. Namun, ada sejumlah cara mencegah penularan varian Omicron. Seperti dirangkum dari PMJ NEWS.

1. Vaksinasi Covid-19

Vaksin Covid-19 akan memberikan proteksi diri terhadap virus Corona. Vaksin telah terbukti aman dan efektif untuk mengurangi penularan dan gejala Covid-19.

(BACA JUGA:Kabar Baik! Varian Omicron Ternyata Tidak Terlalu Berbahaya, Bahkan untuk Orang yang Belum Divaksin Covid-19)

2. Pakai Masker dengan Benar

Pastikan masker benar-benar menutup mulut dan hidung. Ganti masker setiap empat jam atau saat sudah basah. Penggunaan masker ganda juga efektif mencegah penularan.

3. Tetap di Rumah

Hindari keluar rumah jika tak ada keperluan yang mendesak. Berada di luar meningkatkan risiko penularan.

4. Tingkatkan Imun Tubuh

Sumber: pmj news