Ibu Kota Berstatus Tanggap Darurat

Ibu Kota Berstatus Tanggap Darurat

JAKARTA - Jakarta Selatan (Jaksel) ditetapkan sebagai wilayah pertama yang akan menjalani rapid test alias tes cepat COVID-19. Tes sudah dimulai sejak Jumat (20/3) kemarin. Jaksel menjadi prioritas karena berdasarkan pemetaan paling rawan COVID-19. Data terakhir hingga kemarin, jumlah pasien positif di DKI Jakarta mencapai 224 orang. Sedangkan 20 orang meninggal dunia. Salah satunya tenaga medis di salah satu rumah sakit di Jakarta. Pemprov DKI pun menetapkan status tanggap darurat Corona. "Pemerintah sudah memulai rapid test sebagai indikasi awal apakah seseorang terjangkit COVID-19 atau tidak. Kita memprioritaskan berdasarkan pemetaan. Hasilnya indikasi paling rawan penularan berada di wilayah Jakarta Selatan," kata Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (20/3). Alat untuk menguji virus corona berupa tes cepat dari Cina sudah masuk Indonesia. Alat tersebut masuk secara bertahap mulai Kamis (19/3) lalu. Wilayah Jaksel ditetapkan sebagai wilayah awal untuk melakukan tes cepat berdasarkan kontak penelusuran yang dilakukan terhadap pasien positif COVID-19 sebelumnya. Petugas dari Kemenkes mendatangi dari rumah ke rumah untuk dilakukan tes. Selain itu, Jokowi menyebut pemerintah sudah memutuskan menerapkan desentralisasi dalam pemeriksaan COVID-19. Yakni memberikan kewenangan kepada laboratorium-laboratorium yang telah ditunjuk oleh Kemenkes untuk melakukan pemeriksaan. "Pemerintah telah menyiapkan obat dari hasil riset dan pengalaman beberapa negara untuk mengobati COVID-19. Ini sesuai resep dokter," imbuh mantan Gubernur DKI Jakarta ini. Menurutnya, obat antiviral untuk COVID-19 sampai sekarang belum ditemukan. Namun, obat yang disiapkan pemerintah adalah obat yang sudah dicoba oleh beberapa negara dan bisa mendukung penyembuhan pasien COVID-19. Pemerintah, lanjutnya, telah mendatangkan 5.000 obat Avigan (obat antivirus produksi perusahaan Jepang, Red). Saat ini, sedang dipesan dua juta obat lagi. Tak hanya Avigan, tiga juta obat klorokuin fosfat juga sudah disiapkan. Avigan adalah obat favipiravir yang dikembangkan oleh Fujifilm Toyama Chemical. Fujifilm Toyama mengembangkan obat ini pada 2014. Avigan sudah diberikan pada pasien Corona di Jepang sejak Februari lalu. Uji klinis juga sudah dilakukan pada 200 pasien di rumah sakit Wuhan dan Shenzhen. Hasilnya, mereka negatif dalam waktu singkat. Sedangkan klorokuin fosfat selama ini dikenal sebagai obat malaria. Klorokuin fosfat merupakan obat sintetis yang memiliki kandungan yang ada dalam kina. Obat ini ampuh menanggulangi infeksi parasit yang menyebabkan malaria di aliran darah. Obat-obat tersebut akan sampai ke pasien melalui dokter keliling dari rumah ke rumah. Juga melalui rumah sakit dan puskesmas di kawasan terinfeksi. "Kita tidak diam. Tetapi mencari hal-hal, info-info apa yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan COVID-19 di Indonesia. Kita harus saling mengingatkan untuk disiplin. Mengikuti protokol kesehatan dalam mengurangi penyebaran COVID-19. Jangan ragu menegur seseorang yang tidak disiplin menjaga jarak, tidak mencuci tangan, atau abai menjaga kesehatannya," papar Jokowi. Bagi yang positif COVID-19 atau menduga dirinya tertular, diminta segera mengisolasi diri dan menjaga kesehatannya. Mantan Wali Kota Solo ini menegaskan akan mengerahkan seluruh kekuatan pemerintah dan negara untuk menangani masalah kesehatan, sosial dan dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh COVID-19. Pemerintah daerah yang wilayahnya belum terpapar COVID-19 diminta memperketat protokol kesehatan untuk mencegah penularan. BUMN farmasi juga diminta memproduksi obat tersebut secara massal. Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menjelaskan salah satu BUMN, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), telah memesan 500 ribu alat untuk mendeteksi gejala awal virus corona. Waktu yang dibutuhkan cukup singkat. "Yakni 15 menit hingga tiga jam. Jika hasil tes cepat mengindikasikan pasien positif tertular virus, maka pasien dapat melanjutkan tes laboratorium," jelas Arya. Hal senada disampaikan Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto. Menurutnya, tes cepat menggunakan spesimen darah. Bukan dari tenggorokan atau kerongkongan, seperti tes PCR dan genome sequence yang selama ini dilakukan Kemenkes. "Tes cepat ini membutuhkan reaksi dari imunoglobin pasien yang terinfeksi virus corona. Paling tidak seminggu. Sebab jika pasien belum terinfeksi atau terinfeksi selama kurang dari seminggu, kemungkinan bacaan imunoglobin akan negatif," kata Yuri. (selengkapnya lihat grafis, Red) Terpisah, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan penyebaran virus Corona di Jakarta sangat pesat. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta menetapkan status tanggap darurat bencana. "Jakarta ditetapkan sebagai tanggap darurat bencana COVID-19," tegas Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat (20/3). Status ini berlaku hingga 14 hari ke depan. Perkembangan virus Corona di Jakarta bakal menentukan diperpanjang atau tidaknya status tanggap darurat bencana tersebut. Mantan Mendikbud ini menyebut situasi di Jakarta berbeda dengan beberapa pekan lalu. Jumlah korban tewas karena Corona meningkat. Saat ini jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Jakarta berjumlah 1.028 orang. Sebanyak 670 orang masih terus dipantau. Sedangkan 350 selesai dipantau karena dinyatakan sehat. Sementara itu, sebanyak 447 orang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Di antara pasien itu ada yang dirawat dan sebagian sudah dipulangkan. "Ada 196 orang masih dirawat dan 251 sudah boleh pulang," jelasnya. Data terbaru, ada sebanyak 224 kasus dinyatakan positif Corona. Dari jumlah itu 20 orang meninggal dunia dan 13 sembuh. Anies juga mengungkapkan sebanyak 25 tenaga medis dinyatakan positif terjangkit COVID-19. "Ada 25 tenaga medis di Jakarta yang terkonfirmasi positif COVID-19. Satu orang meninggal dunia. Atas dasar itulah, maka Jakarta ditetapkan status tanggap darurat bencana," paparnya. Seperti diketahui, hingga Jumat (20/3), Indonesia memiliki 369 kasus COVID-19 positif dengan 32 orang meninggal dunia. Yang sembuh 17 orang. Rasio kematian mencapai delapan persen. Sedangkan di seluruh dunia, sebanyak 245.577 orang terinfeksi virus corona. Yang meninggal tercatat 10.050 orang. Sebanyak 88.486 orang dinyatakan sembuh. Di Cina mencapai 80.967 kasus, Italia 41.035 kasus, Iran 18.407 kasus, Spanyol 18.077, dan Jerman 15.343 kasus. Jumlah kematian tertinggi saat ini terjadi di Italia dengan 3.405 orang. Kemudian Cina 3.248 orang, Iran 1.284 orang, dan Spanyol 831 orang. Sampai saat ini, 180 negara mengonfirmasi kasus positif COVID-19 di negaranya.(rh/fin)

Sumber: