PESAN PRESIDEN DIBALAS KERJA MARATON

PESAN PRESIDEN DIBALAS KERJA MARATON

PALEMBANG - Pesan Presiden Joko Widodo ke jajaran kabinetnya sudah sampai. Ini ditandai dengan pergerakan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Mantan Kapolri itu langsung bertolak ke Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (21/3). Langkahnya berkoordinasi, memastikan daerah tetap tenang namun waspada. Dan tak kalah penting menyampaikan pesan Presiden bahwa alat rapid test akan segera didatangkan pemerintah pusat ke daerah. Kawasan yang jadi pusat penyebaran menjadi fokus utama. Harapannya Tito, daerah pun dapat menggelar test secara massal. Ini cara mendeteksi laju penyebaran Virus Corona (Covid-19). Baca Juga: Update Covid-19 di Indonesia 21 Maret: 450 Terinfeksi, 38 Orang Meninggal ”Nanti rapid test dari pemerintah pusat akan dibagikan ke daerah untuk melakukan pemeriksaan dengan teknis tertentu. Dari situ juga kita bisa mendapatkan peta bahwa daerah Sumsel ini misalnya apakah ada yang terpapar Covid-19 atau tidak. Kita berdoa untuk warga Sumsel tidak ada yang terpapar,” papar Tito, usai menggelar rapat dengan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru di Palembang.   Ya, dalam sepekan ini secara maraton Mendagri  Tito Karnavian menyambangi satu per satu provinsi. Dimulai dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten dan  yang terbaru, Sabtu (21/3) datang ke Palembang, Sumsel. Kedatangan orang nomor satu di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini untuk mengoordinasikan langkah-langkah penanganan dan pencegahan penyebaran virus Covid-19.  Sehingga antara strategi pusat dan daerah, benar-benar sinkron. ”Namun  kita harus melakukan langkah-langkah antisipasi lainnya sambil rapid test itu kita tunggu. Perlu  kebijakan-kebijakan dalam standarisasi yang sama baik tingkat provinsi,  maupun kabupaten atau kota,” terang Tito yang dipertegas dalam rilis Kemendagri. Salah satu kegiatan yang sangat penting, kata Tito, adalah kegiatan edukasi kepada masyarakat. Warga, perlu disadarkan dan mengetahui segala hal terkait dengan Covid-19. Terutama, apa saja cara untuk mengantisipasi virus itu biar tidak tertular. Publik, mesti disadarkan tentang pentingnya proteksi diri. Memperkuat  kekebalan atau imun tubuh. ”Menjaga jangan sampai tertular itu adalah poin yang sangat penting. Jadi menjaga jangan sampai terjadi penularan satu sama lain. Itu menjadi sangat penting, ini bisa dilakukan secara perorangan. Tiap orang memiliki kesadaran dan kemudian melakukan langkah-langkah memproteksi diri sendiri,” ujarnya. BACA JUGAAPBN DIPANGKAS! Kesadaran memproteksi diri masing-masing dari serangan virus, menurut Tito itu yang paling penting untuk dibangun. Misalnya, rutin cuci tangan dengan sabun. Terdengar sepele memang. Tapi, kesadaran akan kebersihan dengan cara mencuci tangan, ikut menentukan efektivitas dalam membendung penyebaran virus Covid-19. ”Karena cuci tangan dengan menggunakan air biasa tidak cukup. Karena  sabun itu yang  mengandung larutan lemak dan kemudian hand sanitizer, ultraviolet, matahari pagi, dan lain-lain," katanya. Memperkuat daya tahan tubuh menurut Tito sangat penting. Ini yang harus terus diingatkan ke masyarakat. Karena  virus itu bisa mati  dengan antibodi yang dimiliki manusia. Kekuatan kekebalan tubuh menentukan dalam melawan virus. Bisa dikatakan, imun tubuh adalah obat yang sangat bisa diandalkan, di tengah belum diketemukannya vaksi anti Covid-19. TITO   ”Ada memang obat dimana beberapa negara sudah ada yang mencoba  dengan hasilnya ada yang cukup efektif. Mudah-mudah (obat ini, Red) juga bisa bermanfaat bagi kita. Tapi sekali lagi daya tahan tubuh menjadi sangat penting,” katanya. Intinya, kata dia, dari sekarang harus dikampanyekan  tentang pentingnya olahraga tapi tetap menjaga social distancing. Kemudian  penting makan makanan  yang  sehat bergizi. Konsumsi vitamin, dan lain-lain. ”Berjemur sinar matahari pagi yang mengandung ultraviolet karena Covid-19 ini tidak tahan dengan ultraviolet. Termasuk bersih-bersih dengan hand sanitizer, tak berjabat tangan, tak bersentuhan dan jaga jarak satu meter lebih,” tegasnya. Usai rapat, kepada para wartawan, Menteri Tito mengatakan, ia sengaja datang ke Sumsel, membawa dua tujuan. Pertama, untuk melihat kesiapan Gubernur Sumsel dan jajarannya dalam  menghadapi dan mencegah pandemi Covid-19. SYAIFUL AMRI FAJAR INDONESIA NETWORK Sebab, virus itu kini  telah menjalar ke 158 negara dari 193 negara yang ada di dunia. Tito mengaku senang. Dari laporan yang disampaikan Gubernur Sumsel, sudah disiapkan berbagai langkah dan strategi dalam menghadapi dan mencegah penyebaran virus Covid-19. ”Beliau (Gubernur Sumsel, Red) sudah mengantisipasi sejak akhir Januari dengan mengeluarkan edaran-edaran untuk antisipasi. Setelah itu beliau juga sudah membentuk gugus tugas yang diketuai oleh kepala penanganan bencana daerah dengan segenap unsur-unsur  terkait di bawahnya sesuai dengan protap atau SOP yang dibuat oleh gugus tugas pusat,” katanya. BACA JUGA: Presiden Warning Kepala Daerah, Menkue Potong Rp62,3 Triliun Gubernur Sumsel juga menurut Tito, sudah menyampaikan padanya bahwa telah dilakukan langkah-langkah mengedukasi publik. Begitu juga dengan strategi dan langkah mitigasinya. Dan, yang menggembirakan, meski ada beberapa yang berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP), tapi untuk yang positif kena virus belum ada. Artinya, Sumsel masih minus pasien positif Covid-19. ”Ini berita baik saya kira untuk Sumsel, namun tanpa saya bermaksud untuk masyarakat menjadi khawatir, kita perlu juga mewaspadai dan mengantisipasi kemungkinan data ini. Data ini adalah data pasif, artinya orang datang ke rumah sakit, ada sample, melapor dan dites, dan dinyatakan negative, karena apa? Berdasarkan pengalaman di beberapa Negara ada gap antara data pasif dengan data yang sebenarnya atau true data," ujarnya. Maka, kata Tito, sangat perlu disiapkan berbagai skenario mengantisipasi perubahan yang paling terburuk sekalipun. Karena sangat mungkin, berdasarkan data pasif, minus, tapi menurut data real atau true data, ada yang positif. Jadi segala situasi, mesti disiapkan langkah-langkah mitigasinya. ”Data pasifnya negatif,  tapi, true  datanya mungkin sudah ada yang positif, mungkin sekali lagi. Jadi kalau kita harus berfikir seperti itu, semua sudah siap, bukan untuk menakut-nakuti. Tapi agar semua siap mengantisipasi,” katanya. Di tempat yang sama, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, kedatangan Mendagri ke Sumsel untuk berkomunikasi. Kata dia, begitu datang, Mendagri langsung memimpin rapat koordinasi membahas langkah dan strategi pencegahan Covid-19, khususnya di wilayah Provinsi Sumsel. HERMAN DERU ”Tadi dibahas,  langkah dan strategi yang sudah kita laksanakan dari mulai dari administratif sampai tindakan di lapangan. Sudah kami laporkan dengan bapak Mendagri. Dan Alhamdulillah langkah-langkah itu harus tetap dipertahankan guna mencegah virus Covid-19 ini,” ujarnya. Gubernur Sumsel juga menyambut baik langkah pemerintah pusat yang akan membagikan alat rapid test.  Tapi untuk wilayah Sumsel sendiri hingga saat ini masih zero Covid-19. Atau belum ada yang positif kena. ”Kita patut bersyukur Alhamdulillah meskipun datanya kata Pak Mendagri data pasif karena kita belum menggunakan rapid test. Insya Allah alatnya segera dikirm, namun sampai dengan saat ini Sumsel masih dengan status zero Covid-19 dari perkumpulan data yang kita miliki,” ujarnya. (ful) EPaper Koran Fajar Indonesia Network Edisi 21 Maret 2020 [caption id="attachment_445340" align="alignleft" width="2500"]EPaper Koran Fajar Indonesia Network Edisi 21 Maret 2020 EPaper Koran Fajar Indonesia Network Edisi 21 Maret 2020[/caption]

Sumber: