Dolar AS Tertekan, Harga Emas Bersinar Termasuk di Indonesia

Dolar AS Tertekan, Harga Emas Bersinar Termasuk di Indonesia

    JAKARTA - Harga emas menguat, Rabu, mengikuti kemunduran dolar karena investor menggunakan  pullback  di sesi sebelumnya untuk membeli emas sebagai lindung nilai terhadap volatilitas pasar yang lebih luas di tengah kekhawatiran atas dampak varian Omicron virus corona. Harga emas di pasar spot naik 0,4 persen menjadi USD1.780,05 per ounce pada pukul 02.33 WIB, setelah jatuh sebanyaknya 0,9 persen pada sesi Selasa, menyusul pernyataan Chairman Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell, bank sentral akan membahas apakah bakal mengakhiri pembelian obligasi lebih cepat dari ekspektasi pada pertemuan Desember, demikian mengutip laporan Reuters,  di Bengaluru, Rabu (1/12/2021) atau Kamis (2/12/2021) dini hari WIB. Kekhawatiran atas varian itu mendukung emas karena pembatasan baru akan memperlambat ekonomi global, dengan dolar yang lebih lemah juga meningkatkan permintaan bagi logam  safe-haven  tersebut, kata Phillip Streible, Chief Market Strategist Blue Line Futures di Chicago. Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 0,4 persen menjadi USD1.784,30 per ounce. Pantulan emas datang bersamaan dengan rebound dalam ekuitas, bahkan ketika Amerika memberlakukan aturan pengujian Covid-19 yang lebih ketat bagi pelancong udara, sementara lebih banyak negara memperketat perbatasan. [caption id="" align="alignnone" width="1012"] Trend pergerakan harga emas dunia (TradingView)[/caption] Namun Craig Erlam, analis OANDA, mengatakan "emas sedang berjuang untuk momentum di kedua arah yang sedikit aneh mengingat imbal hasil masih rendah dan dolar melemah." "Pasar berombak dengan kecemasan yang mendasarinya juga lebih mendukung harga emas tetapi ketidakmampuannya untuk bergerak kembali di atas USD1.800 bukanlah pertanda bagus." BACA JUGA: IHSG Berpeluang Rebound, Berikut Saham Rekomendasi Analis Sementara itu, Chairman The Fed Jerome Powell mengatakan dengan pertumbuhan ekonomi Amerika yang kuat dan ketidakseimbangan penawaran-permintaan akan bertahan dalam waktu dekat, pembuat kebijakan harus siap untuk menanggapi kemungkinan bahwa inflasi sepertinya tidak surut pada semester kedua tahun depan seperti diprediksi. Beberapa investor memandang emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi, tetapi pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga mendorong  yield  obligasi pemerintah, meningkatkan  opportunity cost  memegang logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil. Harga perak di pasar spot anjlok 2,3 persen menjadi USD22,27 per ounce. Platinum stabil di posisi USD934,55 per ounce dan paladium naik 0,1 persen menjadi USD1.740,25 per ounce. Emas Antam Menguat Dari dalam negeri, harga emas dari PT Antam (Persero) Tbk (emas Antam) hari ini, Kamis (2/12/2021) kembali menguat setelah dua hari lalu tertekan. Terjadi kenaikan Rp4.000 per gram dari level Rp925.000 ke Rp929.000. Harga  buyback  emas Antam juga menguat Rp4.000 per gram dari level Rp820.000 menjadi Rp824.000. Sementara harga perak turun Rp200 per gram dari level Rp11.350 menjadi Rp11.150. Mengutip dari situs logammulia.com, secara rinci harga emas Antam di pasar spot (belum termasuk pajak), yaitu : 1. Emas batangan seberat 0,5 gram sebesar Rp514.500, 2. Emas batangan seberat 1 gram sebesar Rp929.000, 3. Emas batangan seberat 2 gram sebesar Rp1.798.000, 4. Emas batangan seberat 3 gram sebesar Rp2.672.000, 5. Emas batangan seberat 5 gram sebesar Rp4.420.000, 6. Emas batangan seberat 10 gram sebesar Rp8.785.000, 7. Emas batangan seberat 25 gram sebesar Rp21.837.000, 8. Emas batangan seberat 50 gram sebesar Rp43.595.000, 9. Emas batangan seberat 100 gram sebesar Rp87.112.000. (git/fin)

Sumber: