Puluhan Warga dan Balita Keracunan Makanan

Puluhan Warga dan Balita Keracunan Makanan

GARUT KOTA – Puluhan masyarakat dan balita di Kelurahan Kota Wetan Kecamatan Garut Kota diduga mengalami keracunan makanan. Saat ini, warga dan balita yang mengalami gejala keracunan masih mendapatkan perawatan di beberapa fasilitas kesehatan di perkotaan Garut. Berdasarkan informasi yang dihimpun, puluhan warga dan balita mengalami gejala keracunan beberapa jam setelah menyantap makanan siap saji dalam Program Peningkatan Asupan Gizi Seimbang Dalam Rangka Percepatan Penanggulangan TBC Pada Balita di Puskesmas Guntur Kelurahan Kota Wetan, Selasa pagi (30/11). “Benar ada kejadian keracunan ini. Saya juga tahu pas Magrib kemarin (Selasa), padahal pihak puskesmas sudah mengevakuasi warga dari sore,” ujar Lurah Kota Wetan Galih Mawariz kepada wartawan, Rabu (1/12). Berdasarkan informasi yang diterimanya, pagi hingga siang Selasa (30/11), warganya mengikuti kegiatan tersebut. Di acara itu, warga diberikan makanan siap saji. Namun, beberapa jam setelah menyantap makanan yang diberikan atau sekitar pukul 15.00, warga mulai merasakan mual dan muntah. “Awalnya ada belasan orang yang mengalami gejala keracunan dan langsung dibawa ke puskesmas. Korban ini terus bertambah dan langsung dilakukan penanganan,” ujarnya. Galih mengaku langsung melakukan penanganan terhadap warga yang keracunan untuk dibawa ke fasilitas kesehatan. “Saya cukup kesal karena pihak Puskesmas Guntur tidak memberikan informasi sejak awal adanya kejadian ini. Saya tahu setelah warga laporan,” katanya. Terkait kegiatan yang menyebabkan warganya keracunan, Galih mengaku hanya memfasilitasi tempat. Sementara untuk pelaksananya dilakukan Puskesmas Guntur dan kader kesehatan di Kelurahan Kota Kulon. “Memang kegiatannya di kelurahan, tetapi kami hanya menyediakan tempat saja. Pelaksananya pihak Puskesmas,” ujarnya. Kepala Puskesmas Guntur H Kurniadin mengaku belum bisa memberikan keterangan secara terperinci terkait kejadian keracunan balita dan ibu-ibu di Kelurahan Kota Wetan. Menurut dia, saat ini sampel makanan yang diduga sebagai penyebab masyarakat keracunan masih diteliti di laboratorium Bandung. “Kita masih menunggu hasil uji lab makanan yang dibagikan kepada warga. Sampai saat ini belum keluar,” terangnya. Terkait masyarakat yang keracunan, Kurniadin mengaku semuanya sudah ditanggulangi pihak puskesmas dan semuanya dalam pengawasan. “Ada 19 orang yang rawat jalan, tiga orang dirawat di rumah sakit Annisa Queen dan dua orang di Puskesmas Tarogong,” ujarnya. Kurniadin mengatakan, program pembagian makanan asupan gizi merupakan program dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan paket makanan tersebut dibuat oleh kader kesehatan setempat, bukan oleh pihak puskesmas. “Untuk penyebabnya dari apa, kita masih menunggu uji lab-nya yang akan keluar dua atau tiga hari ke depan. Kami belum bisa menganalisa penyebab terjadinya keracunan ini,” ujarnya. Sedangkan untuk korban yang masih menjalani perawatan, Kurniadin memastikan semua biaya perawatannya ditanggung Puskesmas Guntur, baik yang rawat jalan maupun rawat inap di Annisa Queen dan Puskesmas Tarogong. (yna)

Sumber: