Dituding Bertanggung Jawab soal Kerumunan HRS, Mahfud MD: Siap Kang RK

Dituding Bertanggung Jawab soal Kerumunan HRS, Mahfud MD: Siap Kang RK

JAKARTA- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai, semua kekacauan terkait kerumunan Habib Rizieq Shihab dari mulai kedatangannya di Indonesia hingga kerumunan di beberapa tempat, karena adanya statemen Menko Polhukam Mahfud MD. Seperti diketahui, Mahfud MD saat itu mempersilahkan pendukung Habib Rizieq untuk melakukan penjemputan di Bandara Soekarno Hatta namun dalam keadaan yang damai dan tertib. Menurut Ridwan Kami, statemen Mahfud MD yang mengizinkan penjemputan Habib Rizieq di Bandara ditafsirkan oleh masyarakat berbeda-beda sehingga terjadi kerumunan-kerumunan di tempat lain Merespon itu, Mahfud MD mengatakan dirinya siap bertanggung jawab atas kerumunan di Bandara. Sebab dia yang mengizinkan masyarakat untuk melakukan penjemputan. "Siap, Kang RK, saya bertanggungjawab. Sy yg umumkan HRS diizinkan pulang ke Indonesia karena dia punya hak hukum untuk pulang. Saya juga yang mengumumkan HRS boleh dijemput asal tertib dan tak melanggar protokol kesehatan. Saya juga yang minta HRS diantar sampai ke Petamburan," kata Mahfud MD di twitternya, Kamis (17/12). Mahfud MD mengatakan, diskresi pemerintah diberikan untuk penjemputan, pengamanan, dan pengantaran dari bandara sampai ke Petamburan. Tapi acara-acara lain selanjutnya bukan diskresi pemerintah "Acar papa malam dan hari-hari berikutnya yang menimbulkan kerumunan orang sudah di luar diskresi yang saya umumkan," kata Mahfud. Ridwan Kamil kemudian merespon tanggapan Mahfud MD tersebut. Dia mengatakan, semua pimpinan pusat dan daerah harus memikul tanggung jawab. Jangan hanya kesalahan dibebankan ke daerah. Menurut dia, kerumunan di Bandara jauh lebih besar. "Siap pak Mahfud. Pusat daerah harus sama-sama memikul tanggung jawab. Mengapa kerumunan di Bandara yang sangat masif dan merugikan kesehatan/ekonomi, tidak ada pemeriksaan seperti halnya kami berkali-kali. Mengapa kepala daerah terus yang harus dimintai bertanggung jawab. Mohon maaf jika tidak berkenan," kata Ridwan Kamil. (dal/fin) 

Sumber: