356 Ribu Kendaraan Tinggalkan Ibu Kota

356 Ribu Kendaraan Tinggalkan Ibu Kota

JAKARTA - Jumlah kendaraan yang meninggalkan Ibu Kota Jakarta pada libur Natal mencapai 356.010 kendaraan. Secara keseluruhan ada peningkatan 35,8 persen dibandingkan hari normal. Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan berdasarkan data yang diperolehnya total ada 356.010 kendaraan yang telah meninggalkan Jakarta. Jumlah tersebut berdasarkan catatan pada H-2 atau Rabu (23/12) hingga H-1 atau Kamis (24/12) libur Natal 2020.

BACA JUGA: Muannas Ingatkan Tengkuzul: Jangan Bikin Gaduh, yang Dilaporkan Bukan Mimpi Bertemu Rasulnya

"Angka tersebut merupakan kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari beberapa gerbang tol (GT) barrier/utama, yaitu GT Cikupa (arah Barat), GT Ciawi (arah Selatan), dan GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Timur)," ujarnya, Jumat. Menurutnya, total volume lalu lintas secara kumulatif yang meninggalkan Jakarta naik 35,8 persen dibandingkan saat normal.

BACA JUGA: Karen Nijsen Komentari Unggahan Natal Gading Marten, Netizen: New Year New Mama

"Untuk distribusi kumulatif lalu lintas meninggalkan Jakarta dari ketiga arah yaitu mayoritas sebanyak 180.345 kendaraan menuju arah Timur, 105.110 kendaraan menuju arah Barat dan 70.555 kendaraan menuju arah Selatan," ungkapnya. Dijelaskannya, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta ke arah timur melalui GT Cikampek Utama 1 sebanyak 108.925 kendaraan, naik sebesar 78,1 persen. Kemudian yang meninggalkan Jakarta ke arah timur melalui GT Kalihurip Utama 1 tercatat sebanyak 71.420 kendaraan, naik 19,6 persen dari lalin normal.

BACA JUGA: Debat Ucapan Selamat Natal Tiap 25 Desember, Tsamara: 75 Tahun Indonesia Merdeka Apa Gak Capek?

"Total kendaraan meninggalkan Jakarta menuju arah Timur adalah sebanyak 180.345 kendaraan, naik sebesar 49,2 persen dari lalin normal," ujarnya. Untuk kendaraan yang meninggalkan Jakarta ke arah Barat melalui GT Cikupa Jalan Tol Merak-Tangerang sebanyak 105.110 kendaraan, naik 13,7 persen dari lalin normal. Kemudian kendaraan yang meninggalkan Jakarta ke arah selatan melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi sebanyak 70.555 kendaraan, naik sebesar 44,5 persen dari lalin normal.

BACA JUGA: Cegah Kerumunan, Pengelola Tak Hias Gereja Katedral Bandung dengan Ornamen Natal

Sedangkan jumlah warga yang meninggalkan Jakarta melalui angkutan kereta api 9.760 orang pada Jumat, 25 Desember. Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa menyebut pihaknta memberangkatkan 9.760 penumpang kereta api dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen Hari Natal, Jumat, (25/12).

BACA JUGA: Penyaluran Banpres Produktif Usaha Mikro di Bolaang Mongondow Timur Melibatkan Pemda

"Volume penumpang pada 25 Desember ini sebanyak 9.760 penumpang," katanya. Dirincinya, sebanyak 7.900 penumpang berasal dari Stasiun Pasar Senen dan sisanya keberangkatan dari Stasiun Gambir.

BACA JUGA: Antisipasi Puncak Mudik, Calon Penumpang Pesawat Diingatkan Siapkan Pesyaratan Terbang

Ia juga menyampaikan, kedua stasiun itu juga telah memberikan pelayanan tes cepat antigen COVID-19 terhadap 17.313 penumpang periode 21-24 Desember 2020. "Untuk data rapid antigen hari ini (Jumat) pada pukul 07.00 WIB, Stasiun Gambir sebanyak 131 penumpang dan Stasiun Pasar Senen sebanyak 740 penumpang," paparnya.

BACA JUGA: Menag Gus Yaqut Lulusan SMA, Faizal Assegaf: Gus Dur-Mega Gak Selesai Kuliah Jadi Presiden

Sementara total jumlah penumpang di Bandara Angkasa Pura II sejak 18 - 23 Desember 2020 (H-7 hingga H-2) Hari Raya Natal mencapai 735.186 orang atau naik 26 persen. Presiden Direktur PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan jumlah penumpang tertinggi terjadi pada H-2 Natal atau pada 23 Desember, yaitu 144.594 penumpang dengan 1.604 penerbangan. "Sejalan dengan itu kami memastikan kesiapan personel, infrastruktur dan penerapan berbagai prosedur termasuk protokol kesehatan," katanya.

BACA JUGA: Kemenpora Hormati Keputusan FIFA Tunda Piala Dunia U-20 Hingga 2023

Ditambahkannya, untuk operasional bandara dan penerbangan sejak H-7 menjelang Natal juga berjalan lancar. Dia juga menyebut frekuensi penerbangan naik 37 persen menjadi 8.901 penerbangan dari sebelumnya 6.503 penerbangan. Khusus di Bandara Soekarno-Hatta jumlah penumpang pada 18 - 23 Desember tercatat 435.197 penumpang dengan 5.042 penerbangan.

BACA JUGA: AP II: Jumlah Penumpang Bandara Capai 735.186 Orang, Setengahnya Disumbang Soetta

"Jumlah penumpang tertinggi di Bandara Soekarno-Hatta pada 23 Desember yakni 84.731 penumpang dengan 907 penerbangan," ungkapnya. Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi mengatakan Bandara Soekarno-Hatta merupakan bandara jangkar bagi penerbangan domestik.

BACA JUGA: Penyaluran Banpres Produktif Usaha Mikro di Bolaang Mongondow Timur Melibatkan Pemda

"Jumlah penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta sekitar 56 persen dari total penerbangan di seluruh bandara PT Angkasa Pura II. Peningkatan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta berarti juga peningkatan penerbangan di bandara-bandara lainnya, karena itu PT Angkasa Pura II sangat fokus dalam menjaga operasional bandara demi kelancaran penerbangan pada periode angkutan Nataru 2020/2021," katanya.(gw/fin)

Sumber: