Mata Uang Kripto Ethereum Melemah, Waktu yang Tepat Untuk Koleksi?

Mata Uang Kripto Ethereum Melemah, Waktu yang Tepat Untuk Koleksi?

  JAKARTA - Setelah sempat rebound dan menguat pada perdagangan Selasa (7/12/2021), harga bitcoin, ethereum, dan kripto berkapitalisasi pasar besar (big cap) terpantau  melemah. Namun demikian pelemahannya cenderung tipis pada Rabu (8/12/2021) karena sikap investor kripto yang kembali wait and see akibat harga yang masih flat, sambil menunggu waktu yang tepat untuk kembali masuk pasar. Flatnya harga bitcoin, ethereum, dan kripto dimanfaatkan oleh investor untuk beralih ke aset beresiko lainnya seperti saham setelah mereka mulai tak terlalu khawatir dengan virus corona (Covid-19) varian Omicron. Dan Investor juga cenderung kembali memburu saham-saham teknologi, sehingga saham teknologi di Amerika Serikat (AS) sedang berada dalam mode reli kemarin. Selain itu, Investor juga bertaruh bahwa jenis Covid-19 baru dapat menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada yang ditakuti, setelah Kepala Penasehat Medis Gedung Putih Dr. Anthony Fauci mengatakan pada Minggu (5/12/2021) lalu bahwa data awal pada varian tersebut encouraging tetapi informasi lebih lanjut diperlukan untuk memahaminya sepenuhnya. BACA JUGA: Bitcoin Diprediksi Tembus USD 100 Ribu Awal 2022 Chief Technology Officer Litedex Protocol, Aji M Iqbal mengatakan, "satu platform  bitmart centralized mengalami pembobolan hacker dengan total 120 juta dollar AS sehingga mengalami sentimen negatif untuk pasar crypto. Imbasnya para investor menjadi tidak berani untuk berinvestasi Kembali. Di sisi lain, MicroStrategy yang bermarkas di Amerika Serikat membeli bitcoin sebanyak 400 juta dollar AS. Sehingga membuat harga bitcoin merangkak naik Kembali. Ada juga sentimen dari India, dimana pemerintah India Mengubah Aktivitas Crypto. India sejak awal memperbolehkan masyarakatnya untuk bisa mengakses kegiatan pasar aset crypto, namun saat ini India memberikan pajak terhadap trading crypto, sehingga aktivitas crypto baik menjual ataupun membeli bisa dikenakan pajak. Dengan berbagai sentimen tersebut para trader harus cermat memilih aset crypto untuk dikoleksi. Litedex protocol menawarkan projek-projek favorit para investor crypto, seperti LDX Token dengan sistem keamanan terbaik dan menerapkan sistem mitigasi risiko yang berkelanjutan." Dikutip coinmarketcap.com, Rabu (8/12) pagi, Cardano (ADA) mengalami penurunan terparah sebesar 4,40 persen. Kini, nilai pasar Cardano USD45,94 miliar dengan harga USD1,38 atau setara Rp19.788 per keping (kurs Rp14.339 per dolar AS). Selanjutnya, Binance Coin (BNB) turun sebesar 2,24 persen dan 8,49 persen dalam sepekan. Kini, Binance Coin dihargai sebesar USD576 per keping. Solana (SOL) menjadi yang berikutnya mengalami penurunan sebesar 2,14 persen dan nilainya semakin memburuk dalam sepekan hingga minus 11,90 persen. Pagi ini, satu keping Solana dihargai sebesar USD191. Sementara Ripple (XRP) dan Bitcoin (BTC), keduanya mencatatkan penurunan masing-masing sebesar 1,87 persen dan 0,56 persen. Tercatat, Ripple dihargai USD0,81, sementara Bitcoin USD50.547 per keping. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua Ethereum (ETH) turut mengalami nasib yang serupa. Ethereum mencatatkan penurunan sebesar 0,51 persen menjadi USD4.319 per keping. Penurunan ditutup oleh dua mata uang kripto yakni Tether (USDT) dan USD Coin (USDC). Tether turun 0,08 persen dan USD Coin merosot 0,02 persen di USD1. Polkadot (DOT) dan Terra (LUNA) jadi dua aset kripto yang berhasil mencatatkan penguatan pagi ini. Polkadot naik 6,13 persen, sedangkan Terra naik 4,25 persen dalam sehari. Satu keping Polkadot dan Terra masing-masing dihargai sebesar USD29,77 dan USD69,49 per keping. Dalam perdagangan sore ini, Etherium di platform Litedex protocol menguat di harga  USD4.371.27. Sedangkan untuk perdagangan besok, Ethereum kemungkinan  dibuka fluktuatif namun ditutup menguat di kisaran  USD 4.316.29 - USD 4.490.50. (git/fin)

Sumber: