Gempa Megathrust Magnitudo 8,8 Potensinya Lebih Dahsyat Dari Gempa dan Tsunami Aceh 2004, Ini Penjelasan BRIN

Gempa Megathrust Magnitudo 8,8 Potensinya Lebih Dahsyat Dari Gempa dan Tsunami Aceh 2004, Ini Penjelasan BRIN

Ilustrasi: Gempa bumi--

JAKARTA, FIN.CO.ID -- Indonesia disebut berpotensi mengalami gempa bumi skala besar Megathrust dengan Magnitudo maksimal 8,8. 

Gempa Megathrust magnitudo 8,8 itu disebut bisa saja mengancam Pulau Jawa, meski tidak bisa diprediksi kapan dan dimana gempa dahsyat itu bisa terjadi. 

BACA JUGA:Ngeri! Potensi Gempa Megathrust Magnitudo 8.8 Pulau Jawa, Begini Penjelasan BMKG

BACA JUGA:Gempa Bumi Terkini 20 November 2022: Guncang Pangandaran Berskala 5,3 Magnitudo

Meski demikian, dampak dari gempa Megathrust magnitudo 8,8 itu disebut bisa lebih dahsyat dari gempa bumi di Aceh tahun 2004 yang menimbulkan tsunami dan korban jiwa hingga ratusan ribu orang. 

Masyarakat kemudian mengaitkan kejadian gempa tanggal 21 November 2022 di Cianjur sebagai potensi Megathrust, seperti yang banyak dibicarakan publik. 

Namun, hal tersebut kemudian dibantah oleh pakar dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Memang, gempa Cianjur memiliki daya rusak yang luar biasa, namun hal itu terjadi karena lokasi titik gempa yang dangkal.

Seperti disampaikan oleh pakar tsunami BRIN Widjo Kongko, gempa Cianjur adalah gempa dangkal, berpotensi merusak infrastruktur, rumah, atau permukiman di sekitar epicenter.

BACA JUGA:Gempa Bumi Terkini Guncang Maluku Utara Berkekuatan Magnitudo 5

BACA JUGA:Gempa Bumi M 5.5 Banten Jenis Gempa Dangkal, BMKG Ungkap Penyebabnya

“Gempa yang baru saja terjadi tidak terkait langsung dengan potensi gempa Megathrust,” kata Widjo. 

Wilayah Jawa Barat di bagian selatan dan barat daya Sumatera menyimpan potensi gempa bumi Megathrust. Meski tidak diketahui kapan gempa yang dahsyat itu akan terjadi, namun Widjo menegaskan harus waspada terhadap ancaman tsunami dan upaya mitigasinya perlu lebih serius dan segera dilakukan.

Sebelumnya, Widjo juga telah mengingatkan potensi tsunami akibat gempa bumi Megathrust perlu diwaspadai dengan meningkatkan mitigasi.

“Perlu adanya upaya mitigasi dan peningkatan kewaspadaan dan khususnya sistem peringatan dini dan jalur serta tempat evakuasinya,” kata Widjo. 

Sumber: