Pemeran Power Ranger Hijau Diduga Bunuh Diri, Tengah Berjuang Melawan Depresi

Pemeran Power Ranger Hijau Diduga Bunuh Diri, Tengah Berjuang Melawan Depresi

Pemeran Power Ranger Hijau Diduga Bunuh Diri, Tengah Berjuang Melawan Depresi, Image:@jdfffn--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Pemeran Power Ranger Hijau diduga bunuh diri.

Kabar pemeran Power Ranger Hijau diduga bunuh diri ini datang dari manager Jason David Frank, Justin Hunt.

Menurut pihak perwakilan aktor pemeran Power Ranger Hijau itu, Jason David Frank tengah berjuang melawan depresi.  

BACA JUGA:Apakah Baby Blues Syndrome dan Depresi Pasca Melahirkan Itu Sama?

Pemeran Power Ranger Hijau diduga bunuh diri di kediamannya di Texas.

Dalam keterangannya, Justin Hunt mengingatkan orang tentang bahaya depresi, dan bahwa mereka dengan kondisi ini teramat sangat butuh bantuan.

Hal inilah yang mungkin kemudian menjelaskan mengapa pemeran Power Ranger Hijau diduga bunuh diri.

"Jika kalian punya kenalan yang depresi, maka beri uluran tangan kalian (karena mereka membutuhkannya)," kata Justin Hunt dalam sebuah pernyataan, via Nation World News.

Dalam pernyataan itu, Butler sekaligus mengucapkan kata perpisahannya terhadap pemeran Power Ranger Hijau itu.

BACA JUGA:Ada Alasan Mengapa Gen Z Lebih Rentan Depresi dari Generasi Sebelumnya, Ini Penjelasan Ahli

"Ia adalah sosok yang dicintai oleh keluarganya, teman-temannya dan fansnya. Kami akan merindukannya," tutup Justin Hunt.

"Sedih rasanya mendengar kepergian teman sekaligus klien saya, Jadon David Frank. Ia adalah seniman bela diri yang paling dikenal sebagai Power Ranger. Sebuah kehormatan pernah bekerja sama dengannya," ucap Butler.

Demikian kabar pemeran Power Ranger Hijau diduga bunuh diri. Selamat jalan Jason David Frank, karyamu akan selalu dikenang.

Pakar Ingatkan Bahaya Depresi

Psikolog Ratih Ibrahim, M.M. ajak masyarakat melek akan bahaya yang ditebarkan oleh kondisi bernama depresi.

Ratih Ibrahim menjelaskan bahwa depresi bukanlah sebuah kondisi yang bisa dipandang sebelah mata, karena kondisi ini berisiko memunculkan keinginan seseorang untuk bunuh diri.

“Saya mau mengajak kita semua untuk aware dengan apa sebetulnya depresi itu dan bagaimana kemudian sampai kepada bunuh diri,” kata Ratih Ibrahim dalam sebuah webinar, via ANTARA.

Hal tersebut disampaikan Ketua II Bidang Kemitraan Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia itu, dalan diskusi bertajuk “Major Depressive Disorder with Suicidal Ideation” yang digelar secara virtual.

“Mungkin kalau dilihat secara umum, kita sering dengar kadang-kadang, ‘Aduh, mau mati saja, deh, bawaannya’. Terus kita pikir teman kita ini lebay banget. Padahal hati-hati, lho, itu adalah sebuah tanda yang perlu disikapi secara tidak sembarangan,” jelasnya.

Ia pun mengutip data milik WHO yang dikeluarkan tahun ini. Di situ disebutkan bahwa 1 dari 8 orang di seluruh mengalami gangguan mental. Kecemasan dan depresi menjadi gangguan mental yang paling umum.

Dari angka itu, Ratih Ibrahim menegaskan seberapa seriusnya penyakit yang masuk dalam kategori silent killer itu terhadap umat manusia.

“Dalam perjalanan saya sebagai seorang profesional kesehatan jiwa, saya menemukan memang betul-betul depresi ini nggak main-main,” ucapnya.

“Bila tidak ditangani secara serius memang akan masuk ke major depressive disorder (MDD) dan muncul keinginan untuk bunuh diri,” ujarnya.

Sumber: