Pelaku Tabrak Lari Anaknya di Harapan Indah Tidak Ditahan, Begini Respons Anggota DPRD Kota Bekasi

Pelaku Tabrak Lari Anaknya di Harapan Indah Tidak Ditahan, Begini Respons Anggota DPRD Kota Bekasi

Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi Arif Rahman Hakim ditemui di lokasi tabrak lari bersama anaknya--

BEKASI, FIN.CO.ID - Terduga pelaku tabrak lari di Harapan Indah sudah teridentifikasi. Namun, Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi Arif Rahman Hakim justru merasa kecewa.

Pasalnya, terduga pelaku tabrak lari Naufal Rahman (25), hingga saat ini belum juga di tahan oleh pihak kepolisian.

BACA JUGA:Polres Metro Bekasi Kota Buka Layanan Pengaduan Cepat, Anggota Lambat Merespons Bakal Ditindak

BACA JUGA:Polisi Kejar Bapak-Bapak yang Sering Tunjukan Alat Kelamin ke Karyawati di Bekasi

Saat ditemui Arif Rahman Hakim mengungkapkan, dirinya telah di undang oleh Polres Metro Bekasi Kota untuk bertemu dengan orang tua terduga pelaku.

"Saya tadi ke polres diundang penyidik untuk bertemu dengan keluarga pelaku, saya ketemu bapaknya dan dia meminta maaf, ya saya maafkan," ungkap Arif Rahman Hakim, Sabtu 19 November 2022.

Meski begitu dirinya tetap meminta pihak kepolisian, untuk tetap memproses laporan yang sudah diberikan sesuai hukum yang ada.

"Saya minta proses hukum ini tetap berjalan, tadi saya komunikasi juga sama pak kanit lantas polres," jelasnya.

BACA JUGA:Hendak Tawuran, 5 Remaja di Bawah Umur Ditangkap Polisi Membawa Tiga Celurit

Arif Rahman Hakim juga sempat mengkonfirmasi terkait keberadaan terduga pelaku, namun ia mendapat jawaban yang menimbulkan pernyataan.

"Kata pak kanit iya dia lagi ngambil mobil, kata saya kok dibiarkan gitu aja tidak ditahan," ucapnya.

Sebagai orang tua yang anaknya diduga menjadi korban tabrak lari, Arif Rahman Hakim merasa kecewa dan sakit hati usai mengetahui terduga pelaku tidak di tahan.

"Ini yang membuat saya sakit hati, saya sebagai orang tua ini miris. kecelakaan itu luar biasa, tapi kenapa polisi ga bisa bergerak," terangnya.

BACA JUGA:Petugas Damkar Evakuasi Ular Sanca Kembang Seberat 25 kilogram Dari Selokan Rumah Warga di Cikarang Bekasi

Sumber: