Petugas Damkar Evakuasi Ular Sanca Kembang Seberat 25 kilogram Dari Selokan Rumah Warga di Cikarang Bekasi

Petugas Damkar Evakuasi Ular Sanca Kembang Seberat 25 kilogram Dari Selokan Rumah Warga di Cikarang Bekasi

Petugas Damkar saat mengevakuasi ular sanca kembang seberat 25 kilogram di selokan rumah warga di Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi (IST)--

BEKASI, FIN.CO.ID -- Warga Perumahan Villa Mutiara 2, dihebohkan dengan ditemukanya sesosok ular sanca kembang seberat 25 kilogram, di wilayah pemukiman warga. 

Ular sanca kembang seberat 25 kilogram tersebut ditemukan di area RT 19 / RW 08, Desa Sukasejati, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. 

BACA JUGA:Bappeda Kabupaten Bekasi Gelar FGD untuk Percepatan Penanggulangan Pengangguran

BACA JUGA:Aksi Balap Liar di Jalanan Kota bekasi Dilarang, Tapi.....

Salah satu warga Perumahan Villa Mutiara 2, bernama Ari (35) mengatakan, ular sanca kembang seberat 25 kilogram tersebut ditemukan pada saat berada di selokan air pemukiman warga.

"Pertama kelihatan dari hari minggu kemarin, warga tidak berani menangkap dan akhirnya sembunyi lagi masuk ke dalam selokan," ungkap Ari di Bekasi, Jumat 18 November 2022.

Saat diperiksa, ular  sanca kembang seberat 25 kilogram itu memiliki panjang mencapai 4 meter. Karena khawatir, warga langsung melapor kepada petugas pemadam kebakaran (Damkar).

"Itu ular sempat sembunyi lagi kita khawatir, akhirnya keputusannya kita laporin ke Pemadam kebakaran biar dievakuasi," jelasnya.

BACA JUGA:Usai Uji Kelayakan, Kemen PUPR Beri Catatan Soal Kursi dan Toilet Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi

BACA JUGA:Hadapi Resesi Global, Apindo Kabupaten Bekasi Siapkan Rancangan Kolaborasi Industri dan UMKM Lokal

Secara terpisah, petugas pemadam kebakaran Kabupaten Bekasi Hasto telah mendapat laporan dan menurunkan petugas untuk melakukan evakuasi penangkapan ular.

Dalam pencarian petugas pemadam kebakaran harus melakukan penyisiran terlebih dahulu, guna mencari titik saluran air yang menjadi tempat persembunyian ular.

Pihaknya juga sempat menemui kendala, dikarenakan banyak sampah di saluran air sehingga ular sanca kembang bersembunyi lebih dalam hingga mengganggu pencarian.

"Kesulitannya ular jauh pergi dari titik awal penemuan warga, serta banyaknya tumpukan sampah yang membuat ular agak susah dilihatnya," ucap Hasto.

Sumber: