Apa itu Operasi Bariatrik? Awas Efek Sampingnya Serius!

Apa itu Operasi Bariatrik? Awas Efek Sampingnya Serius!

Apa Itu Operasi Bariatrik, Image oleh Sasin Tipchai dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Apa itu operasi Bariatrik, prosedur yang dijalani oleh Melly Goeslaw dan marak dibicarakan netizen.

Menurut dr. Lili Dwiyani, apa itu operasi bariatrik adalah sebuah prosedur yang tujuannya menurunkan berat badan seseorang.

“Operasi bariatrik bertujuan menurunkan berat badan dengan membatasi jumlah makanan yang bisa ditampung oleh lambung, mengubah proses penyerapan makanan, atau kombinasi keduanya” kata dr. Lili Dwiyani seperti dikutip FIN dari Alodokter.

BACA JUGA:Cara Menurunkan Berat Badan yang Benar

dr. Lili Dwiyani juga menjelaskan bahwa operasi bariatrik adalah salah satu solusi orang untuk menurunkan berat badan, apalagi mereka yang menderita diabetes melistus, dengan indeksi massa tubuh di atas 35kg/m2.

“Hingga saat ini, belum banyak bukti ilmiah yang merekomendasikan operasi bariatrik bagi individu dengan IMT < 35kg/m2,” ungkapnya.

Jadi untuk menjalani prosedur operasi bariatrik, Anda disarankan terlabih dahulu berkonsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam.

“Pertama, dokter akan melakukan perhitungan IMT, yaitu membagi berat badan (dalam satuan kilogram) dengan tinggi badan kuadrat (dalam satuan meter persegi)”.

BACA JUGA:Berat Badan Anda Turun seperti Ini? Waktunya Periksa ke Dokter

“Selanjutnya, dokter akan menilai kontrol kadar gula darah Anda terhadap obat-obatan,” sambungnya.

Ok, sekarang Anda sudah tau apa itu operasi bariatrik. Namun kini ada pertanyaan lain di benak Anda.

Apakah operasi bartiatrik memiliki efek samping? Well, jawabnya menurut dr. Lili Dwiyani tentu saja ada.

Dan bahwa efek samping ini adalah kelemahan dari operasi bariatrik yang fungsinya menurunkan berat badan, sebagaimana disebut di awal.

Selain biaya yang tinggi jadi kelemahan operasi bariatrik ini, ada efek samping operasi bariatrik yang terbilang serius dan tidak bisa dipandang remeh.

“Salah satu kekurangan dari operasi bariatrik adalah membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Di samping itu, (ada juga) efek samping jangka panjang yang bisa ditimbulkan,” ungkapnya.

Beberapa efek samping operasi bariatrik kata dr. Lili Dwani adalah seperti dumping syndrome, defisiensi vitamin dan mineral tertentu, tulang keropos, hipoglikemia dan risiko peningkatan penyalahgunaan obat-obatan.

“Oleh karena itu, pertimbangkanlah baik-baik sebelum memutuskan menjalani operasi ini. Diskusikan pula dengan dokter penyakit dalam yang menangani Anda karena dokter tersebut yang paling memahami kondisi kesehatan Anda,” tutupnya.

Demikian apa itu operasi bariatrik, seperti yang dijalani Melly Goeslaw yang marak diberitakan di media.

Rutin Jalan Cepat Dapat Menunrunkan Berat Badan

Bicara upaya menurunkan berat badan, seringkali dikaitkan dengan olahraga di pusat kebugaran atau gym.  

Namun ada juga yang mempercayai jika jalan cepat, tidak kalah efektifnya dengan mereka yang menghabiskan waktu di gym  langganan mereka.

Benarkah demikian? Well, menurut temuan ahli, jalan cepat jika dilakukan selama 30 menit per hari, selama satu minggu penuh, punya efek yang sulit ditandingi oleh jenis olahraga lain yang ada di luar sana.  

Kesimpulan ini disampaikan oleh dua pneliti, yang mempelajari data milik English Health Survey antara tahun 1999 hingga 2012.

Di situ, ditemukan bahwa pada wanita dan mereka di usia di atas 50 tahun, akan mampu menurunkan lebih banyak berat badannya, jika mereka berjalan cepat secara rutin.  

Tidak hanya itu, kebiasaan ini juga dikaitkan dengan ukuran pinggang yang lebih ramping, khususnya pada mereka kaum wanita.

Studi yang dilakukan para peneliti dari London School of Economics dan University of Queensland ini, dirilis pada jurnal Risk Analysis.

 

Sumber: