Dua Pemuda di Bekasi Nge-Print Sendiri Uang Palsu Buat Beli HP

Dua Pemuda di Bekasi Nge-Print Sendiri Uang Palsu Buat Beli HP

Salah satu pelaku pembuat uang palsu beserta barang bukti yang berhasil diamankan kepolisian di Kota Bekasi.--

BEKASI, FIN.CO.ID - Dua orang pelaku peredaran uang palsu (upal) di Kabupaten Bekasi ditangkap saat penggerebekan di Desa Danau Indah, Kecamatan Cikarang Barat.

Kanit Reskirm Polsek Cikarang Barat, Iptu Muhammad Said Hasan mengungkapkan, modus yang digunakan oleh pelaku membeli handphone (hp) adalah dengan cara mencetak uang dengan mesin.

BACA JUGA:Percetakan Uang Palsu di Kabupaten Bekasi Digerebek, Terungkap Saat Beli Hanphone

"Pelaku mengakui, bahwa seluruh uang palsu tersebut diperolehnya dengan cara mengcopy uang asli dengan menggunakan alat printer (scan-copy)," ungkap Muhammad Said Hasan, Jumat 4 November 2022.

Menurutnya pelaku mencetak uang dengan bahan dasar kertas HVS ukuran A4, dan menjalani beberapa proses lainnya agar kertas terlihat lebih mirip dengan aslinya.

"Uangnya dicetak pada kertas HVS ukuran A4 setelah itu hasil print disetrika, dipotong dengan carter dan penggaris miliknya sebelum digunakan," jelasnya.

Kedua pelaku berinisial AH (40) dan M (47) langsug dibawa oleh Polsek Cikarang Barat, guna menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

BACA JUGA:Penjualan STB di Kota Bekasi Laku Keras, Harga Termurah Mulai Rp 250 Ribu

Sebelumnya korban bernama Tri Aji Pamungkas, melaporkan kasus kepada pihak kepolisian usai handphone miliknya dibeli menggunakan uang palsu.

Ia menjual handphone melalui media sosial Facebook, dan langsung dibeli oleh Raka Cahyadi yang diduga pelaku yang menggunakan nama samaran.

"Pelaku bersedia membeli HP milik korban kemudian membuat janji untuk COD di TKP, pelaku langsung membayarkan HP yang dijual oleh korban seharga Rp 3.200.000 tunai," ucapnya.

Iptu Muhammad Said Hasan menjelaskan, korban pemilik handphone mulanya tidak menyadari bahwa uang yang ia terima merupakan uang palsu.

BACA JUGA:Diserbu Warga, Set Top Box TV Digital di Tangerang Ludes Terjual

Uang palsu itu terungkap, usai korban ingin melakukan penyetoran tunai melalui mesin ATM namun berkali kali ditolak karena memasukan uang palsu.

Sumber: