Mau Hubungan Langgeng sampai Tua? Rahasianya di Sini

Mau Hubungan Langgeng sampai Tua? Rahasianya di Sini

Hubungan Langgeng sampai Tua, Image oleh ErikaWittlieb dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Komunikasi adalah salah satu faktor penting bagi sebuah hubungan agar bisa berjalan langgeng sampai tua.

Nah salah satu komunikasi yang tepat untuk pasangan, menurut ahli, adalah komunikasi menjelang tidur, atau deep talk sebelum tidur.

Kesannya mungkin seperti ngobrol biasa, namun ketika dilakukan secara rutin, deep talk dengan pasangan menjelang tidur ini menawarkan begitu banyak manfaat yang mungkin tidak Anda sadari.

BACA JUGA:Psikolog: Hidup Berpasangan tanpa Anak Itu Pilihan

Apa saja manfaat deep talk menjelang tidur bagi pasangan, berikut seperti dikutip FIN dari Halodoc:

1.   Deep talk menjelang tidur adalah momen yang paling tepat untuk mengenal pasangan, apa yang mereka sudah dan apa yang tidak mereka sukai.

2.    Deep talk dengan pasangan menjelang tidur ini dapat membuat Anda lebih dekat, bahkan ketika hubungan sedang dirasa merenggang.

3.     Deep talk adalah momen untuk lebih terhubung, apalagi ketika dilakukan sambil berpelukan dan santai, deep talk dapat hormon cinta atau hormon oksitosin.

4.     Deep talk pada akhirnya menjadi kunci langgengnya sebuah hubungan, menjaga Anda tetap terkoneksi dan saling mencintai.

Agar Terhindar dari KDRT, Ini Cara Memilih Pasangan sebelum Menikah

Ada beberapa hal yang bisa dipertimbangkan sejak awal sebelum menikah atau menentukan pasangan hidup demi mengantisipasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Psikolog klinis Anggiastri Hanantyasari Utami dari Universitas Gadjah Mada mengatakan, ketika kita mau objektif dan peka sebelum menentukan pasangan hidup ada beberapa hal yang bisa kita amati sejak dini.

Dia menjelaskan kekerasan dalam rumah tangga adalah hal yang menjurus kepada isu kesehatan mental, bisa dalam bentuk kekerasan fisik, kekerasan ekonomi dengan tidak memberikan nafkah, kekerasan seksual dalam rumah tangga, maupun kekerasan secara psikologis.

"Pertama, seringkali merendahkan kita baik secara personal maupun ketika di depan umum," ujar Anggota Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia itu dikutip dari Antara, Kamis 13 Oktober 2022.

Ciri lainnya adalah tidak mampu mengkomunikasikan dan menyelesaikan masalah berdua dengan baik bahkan cenderung menghindari atau kabur dari masalah. 

Kemudian, perhatikan apakah pasangan sering menggunakan kata-kata kasar saat menyampaikan keluhannya.

Hal lain yang harus diwaspadai adalah ketika pasangan memaksakan kehendak pada pada pasangannya seperti mengatur apa yang seharusnya dilakukan pasangan tanpa mau mendengar kebutuhannya.

Lalu, hati-hati bila pasangan merasa berkuasa dan merasa paling benar.

"Ini ditandai dengan sering menyalahkan pasangan atas sikap dan perilaku kasar yang dilakukan dilanjutkan dengan mengatakan bahwa pasangan pantas mendapatkan hal tersebut," jelas dia.

Amati juga apakah pasangan bersikap buruk kepada orang tua dan orang-orang sekitarnya. Sebab, sikap dan perilaku seseorang mencerminkan bagaimana ia tumbuh dan berkembang dalam keluarga.

"Bagaimana mereka memperlakukan orang-orang di rumah dan sekelilingnya dapat menjadi salah satu tanda, meskipun tidak mutlak, bagaimana mereka akan memperlakukan pasangannya di kemudian hari," ujar Anggiastri.

 

Sumber: