Psikolog: Hidup Berpasangan tanpa Anak Itu Pilihan

Psikolog: Hidup Berpasangan tanpa Anak Itu Pilihan

Pasangan Milenial tanpa Anak, Image oleh Kathrin Pienaar dari Pixabay--

JAKARTA, FIN.CO.ID - Ada alasan mengapa pasangan generasi milenial memilih hidup tanpa anak atau childfree.

“Paling utama alasannya memang ekonomi,” kata Psikolog klinis dewasa dan konseling keluarga Nirmala Ika Kusumaningrum, M.Psi.

Tapi secara psikologis, mereka sadar bahwa tanggung jawab menjadi orangtua tidak mudah,” sambung psikolog lulusan Universitas Indonesia (UI) via ANTARA.

Terkait psikologis lanjut dia, hal ini ada hubungannya dengan pengalaman tumbuh kembang, luka pengasuhan masa lalu dan persoalan kesehatan mental orang tua generasi milenial.

Ia menambahkan, mengapa pasangan generasi milenial orangtua yang memutuskan untuk tidak memiliki banyak anak adalah karena tidak ingin anak-anaknya kelak, merasakan luka yang pernah dialaminya ketika kecil.

Menurut Nirmala, pasangan masa kini berusaha sebisa mungkin untuk menyiapkan mental terlebih dulu, sebelum memutuskan untuk memiliki keturunan.

“Ada pertimbangan-pertimbangan itu, jadi mereka memilih untuk menyiapkan mental dulu baru punya anak, atau dengan satu atau dua anak pasti akan ter-manage baik secara finansial ataupun emosional,” katanya.

Pasangan generasi milenial juga disebut sudah memiliki kesadaran, bahwa keperluan anak itu tidak cuma sandang, pangan dan papan, tapi juga perlu kedekatan emosional dan kasih sayang.

Selain itu, pasangan masa kini dinilai mulai menyadari pentingnya memberikan waktu untuk diri sendiri setelah bekerja dan mengurus masalah rumah tangga.

Akan tetapi, Nirmala mengatakan bahwa keputusan untuk memiliki satu anak atau tidak sama sekali bukanlah sebuah fenomena atau tren. Menurutnya, ini adalah sebuah pilihan yang telah disepakati oleh suami dan istri.

“Ini bukan tren tapi sudah mulai muncul kesadaran saja dan ini belum semua tapi mulai ada kesadaran,” katanya.

Untuk yang Ingin Punya Momongan

Mengetahui kapan masa subur seorang wanita, adalah salah satu elemen penting, untuk meningkatkan potensi kehamilan.

Sumber: