Buntut Viralnya Es Teh Indonesia, Kemenkes Ingatkan Bahaya Gula Hingga Obesitas

Buntut Viralnya Es Teh Indonesia, Kemenkes Ingatkan Bahaya Gula Hingga Obesitas

ilustrasi es teh -jasonbon-pixabay

JAKARTA, FIN.CO.ID - Media sosial dihebohkan dengan usaha minuman yakni Es Teh Indonesia yang mensomasi konsumen yang telah memberikan kritikanya terhadap produknya.

Konsumen tersebut mengkritik Es Teh Indonesia melalui media sosial jika minumanya terlalu manis. Hal tersebut menjadi sorotan masyarakat hingga menjadi trending twitter mencapai  50 ribu tweet sejak berita ini diterbitkan.

Polemik Es Teh Indonesia yang dituding memiliki kadar gula tinggi. Pihak kementerian kesehatan (Kemenkes) pun ikut menanggapi.

(Kemenkes) pun melalui akun twitternya  memberikan pengetahuan mengenai bahaya kosumsi gula secara berlebihan bisa menyebabkan diabetes.

BACA JUGA:Psikolog: Hidup Berpasangan tanpa Anak Itu Pilihan

BACA JUGA:Uus Sindir Soal Es Teh Indonesia Somasi Netizen yang Protes Minumannya Terlalu Manis: Malu Ah Sama Warteg

Selain itu Kemenkes memberitahu jika mengkonsumsi gula secara tidak teratur dapat menyebabkan obesitas.

"Kalau makan terlalu banyak gula bisa bikin kegemukan, obesitas, diabetes, melitus, dan penyakit tidak menular lainya," tulis Kemenkes dari laman Twitter @kemenkersRI pada Senin, 25 September 2022.

"Diabestes ini bisa menggangu kinerja jantung dan ginal. Sebaiknya takaran gula 4 SDM perharinya," sambungnya.

Sebagaimana dikabarkan, PT Es Teh Indonesia Makmur melayangkan somasi kepada pelanggan yang mengkritik salah satu menu minumannya 'Chizu Red Velvet' terlalu manis. Protes yang disampaikan lewat Twitter itu disebut tidak pantas.

BACA JUGA:Disomasi Es Teh Indonesia, Pengkritik Ucapkan Permohonan Maaf

BACA JUGA:Ernest Prakasa Bilang Begini Soroti Es Teh Indonesia Somasi Netizen yang Protes Minuman Terlalu Manis

Perusahaan yang dipimpin Nagita Slavina ini menilai pernyataan pelanggan bernama Gandhi atas rasa produk bersifat subjektif.

Pihak Es Teh Indonesia juga mengaku telah memberi opsi lain sesuai kebutuhan dari konsumen untuk memilih.

Sumber: