Berikut Pidato Lengkap PM Israel Akui Kedaulatan Palestina hingga Benjamin Netanyahu Marah

Berikut Pidato Lengkap PM Israel Akui Kedaulatan Palestina hingga Benjamin Netanyahu Marah

Yair Lapid. By Olivier Fitoussi/Flash90--

JERUSALEM, FIN.CO.ID- Pidato Perdana Menteri Israel Yair Lapid di Sidang Umum PBB New York, pada Kamis lalu membuat gerah pemimpin oposisi  Benjamin Netanyahu. 

Pasalnya, dalam pidatonya Yair Lapid mengakui kedaulatan Palestina dan ingin membangun persahabatan dengan negara-negara Arab dan Islam termasuk Indonesia. 

Benjamin Netanyahu menilai Lapid lemah dan membahayakan masa depan Israel. 

"Malam ini kita mendengar pidato yang penuh dengan kelemahan, kekalahan dan menundukkan kepala. Setelah pemerintah sayap kanan yang dipimpin oleh saya menghapus negara Palestina dari agenda dunia," kata Benjamin Netanyahu dikutip i24news. 

BACA JUGA:Israel Dukung Kemerdekaan Palestina dan Ingin Bersahabat dengan Indonesia

BACA JUGA:PM Israel Akui Kemerdekaan Palestina, Benjamin Netanyahu Murka!

Lantas bagimana isi pidato Yair Lapid? Berikut merupakan pidato lengkapnya:

Terima kasih kepada presiden, sekretaris jenderal, delegasi, dan para laki-laki dan perempuan sekalian.

Pada November 1947, majelis umum ini berkumpul dan memutuskan pembentukan Negara Yahudi. Hanya ratusan warga Yahudi hidup dalam waktu tersebut, di lingkungan yang bermusuhan, terkejut dan hancur setelah Holocaust, di mana enam juta warga kami dibunuh.

75 tahun setelahnya, Israel menjadi negara yang kuat, berdemokrasi-liberal, berbangga, dan makmur. Dimulainya negara yang menemukan Waze dan Iron Dome, obat-obatan untuk Alzheimer dan Parkinsons, dan sebuah robot yang dapat melakukan operasi tulang belakang.

BACA JUGA:Joe Biden Janji Akhiri Konflik Palestina-Israel

BACA JUGA:MUI Beri Komentar Tegas Usai Israel Tembus Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia

Pemimpin dunia, dalam bidang air dan teknologi pangan, pertahanan siber, and energi terbarukan. Dengan 13 pemenang hadiah Nobel, di literatur dan kimia, ekonomi dan perdamaian.

Bagaimana ini terjadi? Itu terjadi karena kami memutuskan untuk tidak menjadi korban. Kami memutuskan tidak tenggelam dalam rasa sakit masa lalu, tetapi memilih fokus pada harapan di masa depan.

Sumber: