Israel Dukung Kemerdekaan Palestina dan Ingin Bersahabat dengan Indonesia

Israel Dukung Kemerdekaan Palestina dan Ingin Bersahabat dengan Indonesia

PM Israel Yair Lapid dukung negara Palestina dalam pidato di Sidang Majelis Umum PBB. (AFP/TIMOTHY A. CLARY)--

JERUSALEM, FIN.CO.ID- Perdana Menteri Israel Yair Lapid menyatakan, negaranya ingin berdamai dan membangun persahabatan dengan negara-negara Islam termasuk Indonesia. 

Lapid meminta negara-negara Arab, negara-negara Islam termasuk Indonesia untuk bisa mengakui Negara Israel. 

Hal itu dilakukan, kata Lapid, karena Israel menginginkan perdamaian dengan seluruh negara-negara tetangganya, termasuk Palestina. 

Lapid mengatakan hal tersebut dalam pidatonya di sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-77 di New York, Kamis 22 September 2022.

BACA JUGA:PM Israel Akui Kemerdekaan Palestina, Benjamin Netanyahu Murka!

BACA JUGA:Terungkap! Begini Dalih Jurnalis Israel Gil Tamari yang Viral Menyusup ke Makkah dan Selfie di Padang Arafah

"Israel menginginkan perdamaian dengan negara-negara tetangga kami. Seluruh negara tetangga kami. Kami tidak akan pergi ke mana pun. Timur Tengah adalah rumah kami. Kami di sini untuk tinggal. Selamanya" ujar Lapid dikutip Fin.co.id dari Al Jazeera, Sabtu 24 September 2022.

"Dan kami mendesak seluruh negara Muslim, dari Arab Saudi hingga Indonesia, untuk mengakui itu, dan untuk berbicara dengan kami. Tangan kami terbuka untuk perdamaian," imbuhnya. 

Pada kesempatan tersebut, Lapid juga mengaku kemerdekaan Palestina dan ingin membangun perdamaian antara kedua negara. 

BACA JUGA:Pemerintah Israel Panik, Ancaman Iran Bunuh Orang Israel, Warganya Diminta Segera Pulang

BACA JUGA:Tentaranya Tembak Mati Remaja Palestina, Israel Cuma Bilang Begini

Lapid mengatakan, kekuatan ekonomi dan militer Israel memungkinkan mereka untuk tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga memungkinkan mereka untuk memperjuangkan perdamaian dengan seluruh dunia Arab. 

"Dan dengan tetangga terdekat kami, Palestina" ujar Lapid.

Dia mengatakan, kesepakatan dengan Palestina, berdasarkan (solusi) dua negara untuk dua bangsa, adalah hal yang tepat untuk keamanan Israel, untuk ekonomi Israel dan untuk masa depan anak-anak Israel. 

Sumber: