Lukas Enembe Tersangka, Demokrat Singgung Harun Masiku Disembunyikan Oleh Sebuah Partai

Lukas Enembe Tersangka, Demokrat Singgung Harun Masiku Disembunyikan Oleh Sebuah Partai

Gubernur Papua, Lukas Enembe (Twitter)--

JAKARTA, FIN.CO.ID- Partai Demokrat menegaskan akan membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (PKP) untuk hadirkan Gubernur Papua Lukas Enembe (LE) agar diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pencucian uang. 

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Demokrat, Andi Arief mengatakan, Partai Demokrat sejak dulu selalu konsisten minta kadernya menghadap KPK.

Andi Arief selanjutnya menyinggung kader PDI-Perjuangan Harun Masiku yang hingga saat ini masih jadi buron KPK. Andi Arief menyebut bahwa Harus Masiku disembunyikan oleh sebuah Partai.

"Pak Prof @mohmahfudmd  soal berantas korupsi, Demokrat konsisten minta kader menghadapi jika terlibat. Tak tiru Harun Masiku disembunyikan sebuah partai. Persuasi pada LE agar hadir diperiksa KPK, pencarian RHP kami lakukan. Hanya LE sakit sulit komunikasi, RHP tak tahu ia dimana," ujar Andi Arief melalui akun Twitter-nya, dikutip Jumat 23 September 2022. 

(BACA JUGA:KPK Jadwalkan Pemeriksaan Lukas Enembe Sebagai Tersangka Pada Senin Depan)

(BACA JUGA:Soal Rencana KPK di Korupsi Lukas Enembe, Wakil Ketum MUI Buka Suara )

Lebih lanjut Andi Arief menyebut, sebelum Lukas Enembe ditetapkan sebagai tesangka, ada utusan Presiden Jokowi yang melobi Partai Demokrat dan partai pendukung untuk mengisi kursi Wakil Gubernur Papua.

Seperti diketahui, hingga saat ini, posisi wakil Gubernur Papua masih belum juga terisi setelah Wagub sebelumnya, Klemen Tinal, meninggal dunia pada 21 Mei 2021.

"Demokrat sadar bahwa pemberantasan korupsi kamilah partai yang paling mendukung dan konsisten. Tapi kami juga tahu betul bahwa sebelum men-TSK-kan Pak LE, utusan Presiden menemui Demokrat agar kekosongan Wagub diisi orang Jokowi. Dan, kami menolak memenuhi permintaan Presiden," kata Andi Arief. 

Andi Arief mengatakan, pihaknya mencermati banyak hal tentang tuntutan pemberhantian Lukas Enembe dari jabatannya di Partai.

(BACA JUGA:Pengamat: Tidak Ada Pilihan Lain, NasDem Harus Segera Kunci PKS dan Demokrat)

(BACA JUGA:Demokrat Klaim Ada Upaya Jegal Anies di Pilpres, Partai Garuda Beri Respon Menohok!)

"Banyak hal yang kami timbang, termasuk soal keamanan nasional, sekali lagi kami sedang mengupayakan bicara langsung dengan yang bersangkutan --bicara tak normal, berjalanpun lemah," tutup Andi Arief. 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD sempat mengungkap soal kasus dugaan korupsi yang menjerat Lukas Enembe tersebut.

Sumber: