Belum Semua Sekolah di Kabupaten Bekasi Siap Melaksanakan Kurikulum Merdeka, Ini Penyebabnya

Belum Semua Sekolah di Kabupaten Bekasi Siap Melaksanakan Kurikulum Merdeka, Ini Penyebabnya

Bupati Bekasi Dani Ramdan didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Carwinda, menggelar rapat. (Ist)--

BEKASI, FIN.CO.ID -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud), Nadiem Makarim menerbitkan kurikulum merdeka untuk dunia pendidikan.

Hampir 90 persen tenaga pengajar pendidikan di Kabupaten Bekasi, sudah mengakses Platform Merdeka Mengajar (PMM) agar setiap sekolah mengimplementasikan kurikulum secara mandiri.

(BACA JUGA:Kendaraan Melebihi Tonase Jadi Penyebab Jalanan Rusak di Kota Bekasi)

(BACA JUGA:Puluhan Kali Beraksi di Bekasi, Lima Orang Komplotan Curanmor Ditangkap Polisi)

Menurut Penjabat (PJ) Bupati Bekasi Dani Ramdan, pihaknya telah membahas kurikulum bersama tenaga pendidik di wilayah Kabupaten Bekasi.

"Melihat presentasi dari sekolah dan guru yang sudah aktivasi PPM, masih di angka 90 persen dan masih ada 10 persen guru yang belum mengakses PMM,” ucap Dani Ramdan di Bekasi, Selasa 30 Agustus 2022.

Terdapat kendala yang dihadapi para tenaga pendidik dalam mengakses PMM, diantaranya kendala jaringan internet yang tidak stabil dan pihak guru yang masih belum melek teknologi.

"Nanti akan kita dorong diskominfosantik untuk mendukung layanan internet di sekolah dan untuk guru yang belum melek teknologi diminta bantu operator,” tuturnya.

(BACA JUGA:Catat Jadwalnya! Jasamarga Transjawa Tol Lakukan Perbaikan Jembatan KM 28 Jalan Tol Jakarta-Cikampek)

(BACA JUGA:Program Pamsimas Dari World Bank Berakhir, PUPR Masih Punya 'PR' 47.915 Desa Belum Terakses Air Bersih)

Sesuai arahan langsung dari Kemendikbud, kurikulum merdeka tidak diwajibkan untuk diimplementasikan di masing masing sekolah.

Hanya sekolah yang siap saja yang bisa melaksanakan, baik dari sumber daya manusia dan sarana prasarana yang ada di sekolah.

"Kurikulum merdeka ini tidak wajib, bagi sekolah yang siap saja. Dan sekolah yang siap pun terbagi tiga kategori atau tiga level. Jadi disesuaikan dengan kesiapan sekolah, karena SDM dan sarana di sekolah itu berbeda-beda,” ungkapnya.

Kurikulum Merdeka (IKM) terbagi dalam tiga level diantaranya, Mandiri Belajar (level 1), Mandiri Berubah (level 2), sampai Mandiri Berbagi (level 3).

Sumber: