Pemerintah Resmi Luncurkan Holding BUMN Danareksa, Erick Thohir: Bagian Dari Transformasi

Pemerintah Resmi Luncurkan Holding BUMN Danareksa, Erick Thohir: Bagian Dari Transformasi

Menteri BUMN Erick Thohir.--Istimewa

JAKARTA, FIN.CO.ID -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi meluncurkan perusahaan induk atau  holding BUMN Danareksa. 

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, peluncuran holding BUMN Danareksa itu sebagai bagian dari program transformasi yang pemerintah lakukan terhadap perusahaan-perusahaan pelat merah di Indonesia.

(BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Jakarta 21 Juli 2022, BMKG: Seluruh Wilayah DKI Didominasi Berawan)

"Di era perubahan yang terjadi ini, saya mengharapkan Danareksa membuat terobosan-terobosan terus. Kami mendukung penuh Danareksa menjadi  holding  transformasi terbaik di Indonesia, bahkan dunia," kata Erick Thohir, dikutip dari Antara, Kamis 21 Juli 2022.

Erick menjelaskan bahwa awal dibentuknya  holding Danareksa adalah untuk membantu Kementerian BUMN dalam mempercepat proses transformasi BUMN.

Menurutnya, jumlah BUMN yang sebelumnya ada 108 menjadi 41 BUMN dan klaster yang semula ada 27 menjadi hanya 12 klaster saja, sehingga kehadiran holding Danareksa akan menjadi kekuatan baru bagi proses transformasi yang dilakukan oleh Kementerian BUMN.

"Makanya, sejak awal kami bentuk  holding Danareksa untuk mengawal para perusahaan BUMN yang tidak masuk klaster, karena ada kepentingan tentu, klaster yang kami bentuk melakukan sinergisitas bisnis model," jelas Erick.

(BACA JUGA:BREAKING NEWS! Karo Paminal Propam dan Kapolres Jaksel Dinonaktifkan)

Pemerintah menunjuk Danareksa sebagai  holding  yang yang membawahi beberapa subklaster, yaitu jasa keuangan, kawasan industri, sumber daya air, jasa konstruksi dan konsultasi konstruksi, manufaktur, media dan teknologi, serta transportasi dan logistik. 

Pembentukan  holding  ini merupakan bagian dari transformasi pengelolaan BUMN melalui konsolidasi dan simplifikasi jumlah BUMN.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2022, anggota  holding  Danareksa tahap pertama adalah PT Nindya Karya, PT Kliring Berjangka Indonesia, PT Kawasan Industri Medan, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, PT Kawasan Industri Makassar, PT Kawasan Berikat Nusantara, PT Balai Pustaka, PT Perusahaan Pengelola Aset, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung, dan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut.

Direktur Utama Danareksa Arisudono Soerono mengatakan, perusahaannya bertujuan mengembangkan usaha anak perusahaan melalui  value creation  dengan transformasi model bisnis, sinergi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia agar dapat memberikan kontribusi positif bagi Indonesia.

(BACA JUGA:Tuntutan Forum Warga Cibubur Soal Lampu Merah di Simpang CBD, Usut Tuntas Jika Ada Kepentingan)

"Hari ini bukanlah tujuan melainkan langkah awal bagi terlaksananya transformasi dan peningkatan nilai BUMN -BUMN di bawah kelolaan Danareksa," kata Arisudono.

Sumber: