Mahasiswa PTKIN Gemparkan Kompetisi Robotik, Adu Canggih Teknologi di OASE III 2026!
Sepuluh tim mahasiswa dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) bersaing sengit dalam Lomba Robotik Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III 2026.
Pengembangan ini diharapkan membuka lebih banyak pintu eksplorasi bagi mahasiswa, sekaligus memicu lahirnya riset terapan dan inovasi teknologi terdepan.
Lebih lanjut, Arif mengusulkan pembentukan pusat kegiatan mahasiswa atau Robotic Center di UIN Sunan Kalijaga.
Pusat pengembangan robotika ini akan menjadi inkubator bagi ide-ide brilian mahasiswa, memfasilitasi riset kolaboratif, serta menyediakan pembinaan berkelanjutan.
Dengan dukungan fasilitas dan ekosistem pengembangan yang memadai, potensi luar biasa mahasiswa di bidang robotika diprediksi akan terus terasah dan berkembang pesat.
Antusiasme serupa juga dirasakan oleh para peserta.
Revaldi Pamungkas, perwakilan dari kontingen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, mengungkapkan bahwa timnya telah menjalani persiapan intensif selama lebih dari satu bulan.
Persiapan ini mencakup tahapan krusial mulai dari perancangan konsep, perakitan komponen mekatronika, hingga penyempurnaan akhir robot sebelum terjun ke arena pertandingan.
Revaldi mengaku sangat bersemangat melihat tingginya partisipasi mahasiswa dari berbagai PTKIN dalam kompetisi robotik kali ini.
Baginya, ini adalah sebuah perkembangan yang sangat positif, mengingat bidang robotika dan elektronika belum selalu menjadi pilihan utama bagi mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi keagamaan.
Ia berharap agar persiapan kompetisi di penyelenggaraan mendatang dapat dimulai lebih dini, sehingga setiap tim memiliki durasi yang lebih optimal untuk mengembangkan dan menyempurnakan inovasi mereka.
Baca Juga
Semangat juang tinggi juga terpancar dari kontingen tuan rumah, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi, tim ini langsung tancap gas dalam mempersiapkan rancangan dan kebutuhan teknis robot.
Proses ini melibatkan diskusi intensif dan pengembangan ide kolaboratif.
Hasilnya, mereka berhasil menghadirkan inovasi bertajuk Robo Omni 3.
Robot revolusioner ini mengusung mekanisme roda omni-directional, sebuah teknologi mutakhir yang memungkinkan pergerakan yang jauh lebih fleksibel dan gesit ke berbagai arah di atas lintasan.