Pendidikan

Mahasiswa PTKIN Gemparkan Kompetisi Robotik, Adu Canggih Teknologi di OASE III 2026!

Sepuluh tim mahasiswa dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) bersaing sengit dalam Lomba Robotik Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III 2026.

Mahasiswa PTKIN Gemparkan Kompetisi Robotik, Adu Canggih Teknologi di OASE III 2026!

Ringkasan :

  • Sepuluh tim mahasiswa dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) bersaing sengit dalam Lomba Robotik Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III 2026.
  • Kompetisi yang berfokus pada kategori robot transporter ini menguji kemampuan desain, pemrograman, dan pengendalian robot untuk lintasan yang menantang.
  • Tiga perguruan tinggi teratas, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, memimpin klasemen sementara dengan skor sempurna di sesi awal.

fin.co.id -  Gelaran akbar Lomba Robotik Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Tahun 2026 telah resmi bergulir, memicu gelombang inovasi teknologi dari sepuluh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia.

Acara prestisius ini, yang bertempat di Convention Hall (CH) Lantai 2 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, bukan sekadar kompetisi biasa.

Ini adalah medan pembuktian bagi para mahasiswa untuk menunjukkan sejauh mana kreativitas dan penguasaan teknologi robotika mereka.

Lebih dari itu, kompetisi ini memperkuat peran perguruan tinggi Islam dalam garda terdepan pengembangan sains dan teknologi modern yang kian pesat.

Pertarungan Robot Transporter: Uji Ketangkasan dan Inovasi

Salah satu bintang utama dalam OASE III 2026 adalah kategori robot transporter.

Kompetisi ini menantang peserta untuk merancang dan mengoperasikan robot yang mampu menaklukkan berbagai tantangan di lintasan.

Setiap robot harus menunjukkan keunggulannya dalam perpaduan skill pemrograman yang canggih, desain mekanis yang presisi, pengendalian sensor yang responsif, serta tentunya, ketepatan dan efisiensi gerak yang luar biasa.

Sepuluh PTKIN yang unjuk gigi dalam ajang ini adalah tuan rumah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, bersama UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Salatiga, UIN Raden Mas Said Surakarta, UIN Imam Bonjol Padang, UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, UIN Sunan Ampel Surabaya, dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Kehadiran kontingen dari berbagai penjuru nusantara ini membuktikan betapa minat dan kapasitas mahasiswa PTKIN di bidang rekayasa dan inovasi teknologi terus menanjak tajam.

Sebelum drama kompetisi dimulai, para peserta diberi kesempatan emas untuk uji coba lintasan.

Sesi krusial ini menjadi momen bagi tim untuk memetakan kondisi arena yang sebenarnya, melakukan kalibrasi sensor yang akurat, serta menguji respons dan kinerja penggerak robot secara optimal.

Persiapan matang ini sangat fundamental karena robot harus mampu beradaptasi dengan kondisi lintasan yang nyata, yang seringkali berbeda drastis dari simulasi di laboratorium.

Berita Terkait