Pendidikan

Mahasiswa PTKIN Gemparkan Kompetisi Robotik, Adu Canggih Teknologi di OASE III 2026!

Sepuluh tim mahasiswa dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) bersaing sengit dalam Lomba Robotik Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III 2026.

Mahasiswa PTKIN Gemparkan Kompetisi Robotik, Adu Canggih Teknologi di OASE III 2026!

Persaingan Memanas, Tiga Tim Ungguli Klasemen

Sesi klasemen pertama yang berlangsung hingga menjelang jeda salat Jumat menyajikan persaingan yang luar biasa ketat.

Para peserta beroperasi dengan sangat hati-hati, sambil terus menyesuaikan strategi untuk meningkatkan akurasi dan memangkas waktu tempuh.

Perkembangan performa sejumlah tim terlihat jelas sepanjang pertandingan, seiring kemampuan adaptasi mereka terhadap dinamika arena yang terus berubah.

Puncak keseruan sesi awal ini adalah keberhasilan tiga kontingen meraih poin maksimal 100 persen.

Mereka adalah tuan rumah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Ketiganya kini kokoh menduduki posisi teratas dalam klasemen sementara, siap melanjutkan pertarungan sengit di sesi kedua setelah jeda.

Penanggung Jawab Lomba Robotik OASE III 2026, M. Arif Rahman, S.T., M.T., tak bisa menyembunyikan apresiasinya terhadap antusiasme dan capaian para peserta.

Ia menilai sesi klasemen pertama berjalan kondusif dan menjadi cerminan nyata dari kemajuan kemampuan mahasiswa PTKIN di ranah robotika.

Arif menambahkan, keberlanjutan lomba robotik dalam tiga penyelenggaraan OASE menunjukkan bahwa cabang kompetisi ini semakin mendapat tempat spesial di hati para mahasiswa.

Robotika bukan lagi sekadar ajang perlombaan, melainkan telah bertransformasi menjadi sarana ampuh untuk mendorong penguasaan sains, teknologi, dan keterampilan rekayasa di lingkungan perguruan tinggi keagamaan.

Harapan Besar: Robotika Kian Berkembang dan Pusat Riset Terbentuk

Arif Rahman memiliki pandangan ke depan yang ambisius.

Ia berharap pada OASE berikutnya, kategori lomba robotik dapat diperluas cakupannya secara signifikan.

Selain robot transporter yang sudah ada, kompetisi bisa merambah ke kategori lain yang lebih menantang, seperti robot sepak bola yang lincah hingga wahana robot terbang yang futuristik.

Berita Terkait