Internasional . 04/09/2026, 11:29 WIB

Ledakan Pusat Data AI di Australia Picu Kekhawatiran Krisis Air dan Listrik

Penulis : Makruf
Editor : Makruf

fin.co.id - Australia sedang mengalami lonjakan pembangunan pusat data untuk menopang perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Negara ini dilirik sebagai lokasi strategis karena memiliki lahan luas, stabilitas politik, tenaga kerja terampil, cadangan gas alam, serta potensi energi terbarukan yang besar.

Namun, pertumbuhan infrastruktur digital tersebut tidak datang tanpa konsekuensi. Warga di sejumlah wilayah, terutama di Sydney, mulai mempertanyakan dampak pusat data terhadap pasokan listrik, air bersih, kebisingan lingkungan, hingga keberlanjutan target emisi karbon Australia.

Pusat data memang menjadi fondasi penting bagi layanan digital modern. Di dalam bangunan besar tanpa jendela itu, ribuan server bekerja selama 24 jam untuk menyimpan data, menjalankan layanan cloud, memproses transaksi, hingga melatih model AI generatif. Ledakan penggunaan AI setelah kemunculan ChatGPT pada 2022 membuat kebutuhan komputasi meningkat sangat cepat.

Australia Menjadi Magnet Investasi Pusat Data AI

Australia telah memiliki sekitar 162 pusat data dan puluhan proyek baru sedang direncanakan. Nilai investasi yang disiapkan juga sangat besar, diperkirakan melampaui A$155 miliar atau setara ratusan triliun rupiah.

Salah satu proyek yang menjadi sorotan berada di Sydney bagian barat. Pusat data berkapasitas satu gigawatt direncanakan dibangun dan diproyeksikan menjadi salah satu pengguna energi tunggal terbesar di Australia. Sementara itu, pusat data besar lain juga sedang dibangun di Marsden Park, tidak jauh dari kawasan permukiman warga.

Pemerintah dan pelaku industri melihat investasi tersebut sebagai peluang ekonomi. Kehadiran pusat data domestik dianggap dapat membuat Australia tidak hanya menjadi pengguna teknologi dari negara lain, tetapi juga ikut membangun ekosistem AI sendiri.

Belinda Dennett, CEO Data Centres Australia, menilai pembangunan infrastruktur lokal diperlukan agar Australia tidak kehilangan rantai nilai teknologi. Ia mempertanyakan dampak jika Australia memilih tidak membangun kapasitas komputasi sendiri dan hanya bergantung pada teknologi dari luar negeri.

Pandangan tersebut didukung oleh sebagian kalangan bisnis. Mereka menganggap ekspansi pusat data dapat mendukung pertumbuhan ekonomi digital, menarik perusahaan teknologi global, serta mendorong pekerjaan berkeahlian tinggi di bidang perangkat lunak, keamanan siber, jaringan, dan pengembangan AI.

Kebutuhan Listrik Diperkirakan Melonjak Tajam

Di sisi lain, penggunaan listrik pusat data menjadi kekhawatiran terbesar. Server AI membutuhkan daya komputasi tinggi dan harus beroperasi tanpa putus. Berbeda dengan perangkat elektronik rumahan, pusat data tidak dapat berhenti hanya karena pasokan energi surya atau angin sedang berkurang.

Australian Energy Market Operator memperkirakan kebutuhan listrik pusat data secara nasional bisa meningkat hingga tiga kali lipat pada 2030. Lonjakan tersebut berpotensi menekan jaringan listrik, khususnya jika pembangunan energi terbarukan dan sistem penyimpanan energi tidak berlangsung cukup cepat.

Climate Council memperingatkan bahwa tanpa tambahan pembangkit energi terbarukan dan baterai penyimpanan dalam skala besar, permintaan dari pusat data dapat mendorong kenaikan harga listrik di New South Wales hingga 26 persen pada 2035.

Masalahnya bukan hanya besarnya konsumsi daya, tetapi juga sumber listrik yang dipakai. Sejumlah pihak khawatir kebutuhan energi yang mendesak justru dapat memperpanjang ketergantungan pada gas dan batu bara. Pusat data memerlukan listrik stabil sepanjang waktu, sehingga operator sering menyiapkan generator diesel sebagai sumber cadangan ketika terjadi gangguan jaringan.

Pemerintah New South Wales berpendapat investasi pusat data dan energi bersih dapat berjalan bersama. Menurut mereka, perusahaan teknologi dapat membantu membiayai pembangunan energi terbarukan baru yang pada akhirnya juga mempercepat penutupan pembangkit listrik batu bara tua.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id