Internasional . 04/09/2026, 11:53 WIB
fin.co.id - Tim dokter di Amerika Serikat mencatat pencapaian baru dalam dunia transplantasi organ. Ginjal yang berasal dari babi hasil rekayasa genetik berhasil bekerja di dalam tubuh seorang pasien manusia selama 271 hari, atau hampir sembilan bulan. Durasi tersebut menjadi yang terlama dalam catatan transplantasi ginjal babi kepada manusia.
Pencapaian ini memberi harapan bagi pasien gagal ginjal stadium akhir yang harus menjalani dialisis rutin sambil menunggu ketersediaan organ donor manusia. Meski organ tersebut pada akhirnya mengalami kegagalan fungsi dan diangkat, masa kerja selama 271 hari menunjukkan bahwa xenotransplantasi semakin mendekati kemungkinan untuk digunakan secara lebih luas di masa depan.
Pasien bernama Tim Andrews menerima transplantasi ginjal babi pada 25 Januari 2025, saat berusia 66 tahun. Ia mengalami penyakit ginjal tahap akhir yang berkaitan dengan diabetes tipe 2.
Sebelum menjalani prosedur tersebut, Andrews menghadapi kemungkinan menunggu sangat lama untuk memperoleh ginjal manusia. Ia diberi tahu bahwa masa tunggu dapat mencapai tujuh tahun, sementara dialisis menjadi bagian berat dalam kehidupannya sehari-hari.
Ginjal babi yang ditransplantasikan langsung bekerja setelah prosedur operasi dilakukan. Organ itu dihubungkan ke pembuluh darah pasien untuk menyaring darah dan menggantikan sebagian fungsi ginjal manusia yang telah gagal.
Andrews dapat hidup tanpa dialisis selama berbulan-bulan. Ia menggambarkan transplantasi tersebut sebagai sumber harapan dan kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan di luar ketergantungan pada mesin dialisis.
“Harapan adalah hal terbesar, kesempatan untuk bebas dari mesin dialisis dan menjalani hidup,” kata Andrews.
Setelah ginjal babi mulai mengalami kegagalan fungsi pada Oktober 2025, ia menjalani dialisis kembali selama 82 hari. Pada Januari 2026, Andrews akhirnya menerima ginjal dari donor manusia dan organ tersebut dilaporkan bekerja dengan baik.
Transplantasi organ dari hewan ke manusia dikenal sebagai xenotransplantasi. Babi dinilai sebagai salah satu kandidat paling potensial karena ukuran organnya relatif sesuai dengan tubuh manusia, serta telah lama dibudidayakan untuk kebutuhan medis dan pangan.
Namun, ginjal babi biasa tidak dapat langsung dipindahkan ke tubuh manusia. Sistem kekebalan tubuh manusia akan mengenali organ tersebut sebagai benda asing dan melancarkan respons penolakan yang sangat cepat. Kerusakan berat pada pembuluh darah dan jaringan organ dapat terjadi hanya dalam waktu singkat.
Karena itu, ginjal yang digunakan untuk Andrews berasal dari babi mini Yucatan yang telah melalui 69 perubahan genomik. Rekayasa tersebut bertujuan mengurangi bagian-bagian sel babi yang mudah dikenali oleh sistem imun manusia.
Sejumlah materi genetik manusia juga ditambahkan untuk membantu organ babi lebih kompatibel di dalam tubuh pasien. Selain itu, para ilmuwan menonaktifkan virus yang secara alami tersembunyi di DNA babi, sebagai langkah pencegahan terhadap risiko infeksi lintas spesies.
Perubahan genetik ini dapat dipahami sebagai upaya membuat jaringan organ babi lebih “manusiawi” secara biologis. Tujuannya bukan mengubah babi menjadi manusia, melainkan menekan reaksi imun yang berpotensi menghancurkan organ transplantasi.
Keberhasilan ginjal bekerja selama 271 hari bukan berarti semua hambatan telah teratasi. Pada fase awal, tim dokter menemukan tanda-tanda sistem kekebalan mulai menolak organ tersebut. Kondisi itu dapat dikendalikan dengan penyesuaian obat imunosupresan.
Masalah yang lebih serius muncul setelah sekitar enam bulan. Pembuluh darah di dalam ginjal mulai mengalami kerusakan, organ mengalami peradangan, dan fungsinya perlahan menurun. Hingga kini, penyebab pasti kegagalan tersebut belum sepenuhnya diketahui.
Dokter tidak menemukan bukti kuat bahwa antibodi pasien secara langsung menyerang ginjal babi. Temuan ini memperlihatkan bahwa penolakan transplantasi bukan satu-satunya persoalan. Masih ada banyak mekanisme biologis yang perlu dipahami, termasuk peradangan, gangguan pembuluh darah, efek obat, dan kecocokan jangka panjang antara organ hewan dengan tubuh manusia.
Tim peneliti dari Mass General Brigham menulis bahwa kasus ini menunjukkan “janji sekaligus tantangan yang masih tersisa” dalam xenotransplantasi ginjal klinis.
Kebutuhan transplantasi ginjal jauh lebih besar daripada jumlah organ donor yang tersedia. Di Amerika Serikat, sekitar 100.000 orang menunggu ginjal, sedangkan jumlah transplantasi yang dilakukan setiap tahun hanya sekitar 25.000 prosedur. Di Inggris, lebih dari 7.000 orang juga berada dalam daftar tunggu transplantasi ginjal.
Kesenjangan ini membuat banyak pasien harus bertahan dengan dialisis selama bertahun-tahun. Dialisis memang dapat mengambil alih sebagian fungsi penyaringan darah, tetapi tidak menggantikan seluruh fungsi ginjal dan dapat membatasi kualitas hidup pasien.
Jika xenotransplantasi nantinya terbukti aman dan tahan lama, ginjal babi dapat berfungsi sebagai jembatan sebelum pasien mendapatkan donor manusia. Dalam skenario yang lebih jauh, organ hewan hasil rekayasa genetik bahkan berpotensi menjadi sumber transplantasi yang lebih tersedia.
Namun, penerapan luas masih membutuhkan penelitian lanjutan, uji klinis yang ketat, pemantauan infeksi, serta evaluasi etika yang menyeluruh. Keamanan pasien harus tetap menjadi prioritas utama.
Keberhasilan ginjal babi hasil rekayasa genetik bekerja selama 271 hari pada pasien manusia merupakan bukti penting kemajuan ilmu transplantasi modern. Kasus ini belum menjadi jawaban final atas krisis kekurangan donor organ, karena organ tersebut akhirnya gagal dan harus diangkat.
Meski demikian, pencapaian tersebut membuktikan bahwa hambatan biologis antara organ hewan dan tubuh manusia mulai dapat diatasi melalui rekayasa genetik, obat imunosupresan, serta pemantauan medis yang cermat. Dengan penelitian yang terus berkembang, xenotransplantasi berpotensi memberi pilihan baru bagi pasien gagal ginjal yang selama ini menghadapi masa tunggu donor sangat panjang.
Referensi internasional: BBC News, The Lancet, Mass General Brigham, United Network for Organ Sharing
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id