Smart Glasses Mulai Dilirik sebagai Pengganti HP, Masuk Akal atau Sekadar Tren?
Smart glasses atau kacamata pintar perlahan berubah dari perangkat eksperimental menjadi produk teknologi yang semakin serius. Jika beberapa tahun lalu
Jika puluhan juta orang menggunakan smart glasses, jumlah kamera yang berada di ruang publik akan meningkat secara drastis.
Karena itu, penerimaan masyarakat terhadap smart glasses kemungkinan akan bergantung pada transparansi dan perlindungan privasi yang diterapkan produsen.
Smartphone Mungkin Tidak Hilang, tetapi Berubah Fungsi
Ada skenario lain yang lebih realistis dibandingkan smart glasses sepenuhnya menggantikan smartphone.
HP mungkin tetap digunakan, tetapi perannya berubah.
Smartphone dapat berfungsi sebagai pusat komputasi yang berada di dalam saku, sementara smart glasses menjadi antarmuka utama yang digunakan manusia.
Dalam skenario tersebut, pengguna tidak perlu mengeluarkan HP untuk membaca notifikasi, menjawab pesan singkat, mendapatkan navigasi, menerima telepon, mengambil foto, mencari informasi, atau berbicara dengan AI.
HP baru dikeluarkan ketika pengguna membutuhkan layar besar.
Situasi tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang asing dalam perkembangan teknologi.
Smartwatch telah mengambil sebagian fungsi smartphone. Orang dapat melihat notifikasi, menerima telepon, mengontrol musik, atau melihat navigasi dari pergelangan tangan.
Smart glasses berpotensi membawa konsep tersebut jauh lebih jauh karena perangkat berada langsung pada bidang pandang manusia.
Baca Juga
Apakah Smart Glasses Sekadar Tren?
Melihat perkembangan teknologi sekarang, smart glasses sulit dianggap hanya sebagai tren sesaat.
Perusahaan teknologi besar mulai membangun perangkat, sistem operasi, AI, serta ekosistem pengembang yang mendukung kategori tersebut.
Perkembangan AI multimodal juga memberikan alasan teknologi yang sebelumnya tidak dimiliki smart glasses generasi awal.