Tekno

Smart Glasses Mulai Dilirik sebagai Pengganti HP, Masuk Akal atau Sekadar Tren?

Smart glasses atau kacamata pintar perlahan berubah dari perangkat eksperimental menjadi produk teknologi yang semakin serius. Jika beberapa tahun lalu

Smart Glasses Mulai Dilirik sebagai Pengganti HP, Masuk Akal atau Sekadar Tren?
Smart Glasses, Ilustrasi DALL·E 3

Prosesor yang bekerja keras menghasilkan panas. Smartphone mempunyai bodi relatif besar untuk membantu menyebarkan panas tersebut.

Smart glasses berada langsung di kepala pengguna sehingga pengendalian suhu menjadi jauh lebih penting.

Karena itu, sebagian pemrosesan smart glasses dapat dialihkan ke smartphone atau server cloud.

Solusi tersebut mengurangi beban komputasi pada kacamata, tetapi menciptakan masalah lain. Smart glasses akhirnya masih membutuhkan smartphone atau koneksi internet untuk menjalankan kemampuan tertentu.

Untuk benar-benar menggantikan HP, kacamata pintar membutuhkan prosesor sangat hemat energi, baterai dengan kepadatan energi lebih tinggi, sistem pendinginan efisien, serta AI lokal yang tidak menghabiskan banyak daya.

Privasi Bisa Menjadi Tantangan yang Lebih Besar

Ada satu masalah yang bahkan tidak dapat diselesaikan hanya dengan meningkatkan spesifikasi, yaitu privasi.

Smartphone mempunyai kamera, tetapi orang lain biasanya dapat melihat ketika kamera diarahkan kepada mereka.

Smart glasses berbeda.

Kamera berada di wajah pengguna dan dapat mengarah ke mana pun pengguna melihat.

Hal tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana orang lain mengetahui apakah dirinya sedang direkam.

Produsen telah menggunakan lampu indikator untuk menunjukkan bahwa kamera sedang aktif. Sistem keamanan juga dapat dibuat agar kamera tidak dapat digunakan apabila indikator tersebut ditutup.

Namun, persoalannya lebih luas daripada sekadar lampu.

Smart glasses berbasis AI berpotensi menganalisis lingkungan secara terus-menerus untuk memahami konteks pengguna.

Artinya, masyarakat perlu mengetahui bagaimana gambar diproses, apakah rekaman disimpan, apakah informasi dikirim ke server, berapa lama data bertahan, serta apakah wajah atau percakapan orang lain ikut dianalisis.

Berita Terkait