Smart Glasses Mulai Dilirik sebagai Pengganti HP, Masuk Akal atau Sekadar Tren?
Smart glasses atau kacamata pintar perlahan berubah dari perangkat eksperimental menjadi produk teknologi yang semakin serius. Jika beberapa tahun lalu
fin.co.id - Smart glasses atau kacamata pintar perlahan berubah dari perangkat eksperimental menjadi produk teknologi yang semakin serius. Jika beberapa tahun lalu kacamata pintar identik dengan perangkat mahal, berukuran besar, dan terlihat mencolok ketika digunakan di tempat umum, generasi terbaru justru semakin menyerupai kacamata biasa.
Perubahan tersebut memunculkan pertanyaan yang lebih besar. Mungkinkah smart glasses pada akhirnya menggantikan smartphone?
Pertanyaan itu tidak lagi terdengar terlalu mengada-ada. Perkembangan kecerdasan buatan, kamera berukuran kecil, prosesor hemat daya, serta teknologi layar mini membuat kemampuan kacamata pintar meningkat cukup pesat.
Namun, pertumbuhan teknologi tersebut belum berarti masyarakat akan segera meninggalkan HP. Smart glasses saat ini justru memberikan gambaran mengenai bagaimana cara manusia berinteraksi dengan perangkat digital mungkin berubah dalam beberapa tahun mendatang.
Smart Glasses Tidak Lagi Sekadar Kacamata dengan Kamera
Konsep kacamata pintar sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Google Glass pernah menjadi salah satu produk yang membuat teknologi ini mendapatkan perhatian luas lebih dari satu dekade lalu.
Namun, smart glasses generasi sekarang mempunyai modal teknologi yang jauh berbeda.
Kamera, mikrofon, speaker, sensor, konektivitas nirkabel, AI, dan dalam beberapa produk sebuah layar kecil dapat ditempatkan dalam perangkat yang bentuknya semakin mendekati kacamata konvensional.
Perangkat tersebut kemudian dapat digunakan untuk memotret, merekam video, menerima panggilan, mendengarkan musik, mendapatkan navigasi, menerjemahkan bahasa, hingga berinteraksi dengan asisten AI.
Perubahan paling penting justru datang dari AI.
AI generatif modern tidak hanya dapat memahami teks. Model multimodal dapat memproses suara dan gambar sehingga kamera pada kacamata secara teoritis dapat berfungsi sebagai "mata" bagi AI.
Baca Juga
Pengguna tidak lagi harus menjelaskan secara panjang apa yang berada di depannya. Kamera dapat memberikan konteks visual kepada sistem AI.
AI Bisa Membuat Pengguna Lebih Jarang Mengeluarkan HP
Bayangkan seseorang sedang berjalan di kota yang belum pernah dikunjunginya.
Saat melihat sebuah bangunan bersejarah, biasanya orang harus mengeluarkan HP, membuka kamera atau mesin pencari, kemudian mencari informasi mengenai bangunan tersebut.