PAN Bantah Indonesia Menuju 1998, Viva Yoga: Jangan Setiap Riak Sosial Dibaca Patahan Sejarah!
Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, menilai setiap warga negara, termasuk Budi Arie Setiadi, memiliki hak untuk menyampaikan pandangan, asumsi, maupun penilaian terhadap kondisi politik bangsa.
Kondisi tersebut kemudian diikuti kontraksi ekonomi yang dalam, inflasi tinggi, tekanan sosial, ketegangan politik, hingga krisis kepercayaan terhadap pemerintahan.
Karena itu, PAN menilai situasi tersebut tidak bisa begitu saja disamakan dengan kondisi Indonesia saat ini hanya karena terdapat demonstrasi atau keresahan masyarakat.
"Membaca situasi politik membutuhkan indikator yang lebih lengkap. Tidak cukup hanya mengandalkan persepsi, insting, maupun perkembangan isu yang beredar di ruang publik," terangnya.
PAN juga menyoroti sikap Presiden Prabowo Subianto yang dinilai terbuka terhadap kritik.
Menurut Viva Yoga, keterbukaan terhadap kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat.
Jika terdapat keresahan di tengah rakyat, pemerintah harus mendengarkan. Jika muncul persoalan ekonomi, pemerintah harus melakukan perbaikan. Begitu pula jika terdapat ketidakpuasan publik, evaluasi terhadap kebijakan harus dilakukan.
Dengan demikian, kritik seharusnya menjadi bagian dari mekanisme perbaikan pemerintahan, bukan semata-mata dijadikan bahan untuk membangun spekulasi mengenai pergantian kekuasaan.
Di tengah dinamika politik yang semakin ramai, PAN mengingatkan agar energi politik tidak habis digunakan untuk membicarakan kemungkinan pergantian kekuasaan.
Menurut Viva Yoga, pemerintah saat ini memiliki pekerjaan yang jauh lebih konkret. Pemerintah perlu memastikan harga pangan tetap terjangkau, lapangan kerja bertambah, kemiskinan berkurang, investasi bergerak, dan pembangunan berjalan.
Dengan kata lain, pemerintah harus lebih sibuk menghitung bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat dibandingkan menghitung kemungkinan politik yang belum tentu terjadi.
Baca Juga
"PAN ingin agar evaluasi terhadap pemerintahan dilakukan berdasarkan kinerja nyata. Ukurannya bukan sekadar kuat atau lemahnya isu politik, tetapi bagaimana kebijakan pemerintah berdampak terhadap kehidupan masyarakat," tuturnya.
Perubahan Kekuasaan Bukan Ditentukan Insting
Viva Yoga menegaskan bahwa dalam negara demokrasi, perubahan kekuasaan tidak ditentukan oleh insting politik seseorang.
Pergantian kekuasaan memiliki mekanisme yang jelas dan diatur melalui konstitusi serta hukum. Pada akhirnya, kehendak rakyat menjadi faktor penting yang disalurkan melalui mekanisme demokrasi.
Karena itu, spekulasi mengenai pergantian kekuasaan tidak seharusnya mendahului proses demokrasi yang berlaku.