Politik

Isu Kapolri Diganti Memanas, Begini Respons Pimpinan Komisi III DPR

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menepis kabar burung mengenai adanya Surat Presiden (Surpres) terkait pergantian Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Isu Kapolri Diganti Memanas, Begini Respons Pimpinan Komisi III DPR
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan keterangan kepada pers usai meninjau pelaksanaan misa malam Natal di Gereja Katedral, Jakarta, Rabu (24/12/2025).

fin.co.id - Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menepis kabar burung mengenai adanya Surat Presiden (Surpres) terkait pergantian Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Kagak ada, Kagak ada!," cetus Sahroni saat dikonfirmasi oleh awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.

Politisi dari Partai NasDem ini menggarisbawahi bahwa hingga saat ini belum ada desas-desus resmi maupun dokumen Surpres yang masuk ke parlemen. Ia memastikan jika surat tersebut sudah dikirim oleh Istana, pihak DPR tentu sudah menerima dan mengetahui informasinya.

"Belum, enggak ada masalahnya! Kalau isu dikirim kan kita udah tahu. Kalau kalian tanya, pasti gua jawab. Masalahnya belum ada," pungkasnya.

Ketika dikejar pertanyaan mengenai kemungkinan surat tersebut sudah sampai namun belum dibuka, Sahroni kembali memberikan bantahan keras.

"Enggak lah, enggak, enggak ada!" ujar Sahroni.

Masa Jabatan 5 Tahun & Angin Segar Regenerasi

Di sisi lain, Sahroni pasang badan dan menilai kapabilitas serta performa Jenderal Listyo Sigit Prabowo masih sangat solid. Menurutnya, belum ada alasan mendesak untuk merombak pucuk pimpinan Korps Bhayangkara tersebut.

Ia tidak memungkiri bahwa rumor pergeseran jabatan Kapolri memang berembus cukup kencang belakangan ini. Namun, hal itu dinilainya wajar mengingat Listyo Sigit sudah menduduki posisi tersebut selama kurang lebih lima tahun.

"Enggak, Kapolri bagus kok. Cuman kan isu terkait dengan bagaimana Kapolri diganti kan hembusannya kenceng. Wajar, kan beliau udah lima tahun," jelas Sahroni.

Bagi Sahroni, munculnya dorongan pergantian di tengah masyarakat atau internal merupakan dinamika yang lumrah terjadi saat seseorang telah menjabat dalam durasi yang cukup panjang.

"Karena lama, orang ada yang enggak suka. Ya dimaklumin aja," pungkasnya.

Anisha Aprilia/Disway

Berita Terkait